Jumat, Februari 12, 2010

Pelayanan Services Pengusaha Lokal Indonesia (khususnya Manado) sungguh memprihatinkan

Hari ini jumat 12 Februari 2010, saat jam makan siang saya mencoba memesan makanan di Rumah Makan Padang yang lokasi nya di Jl. Martadinata Paal 2 Manado tepatnya samping Delear Honda Martadinata Manado. Kebetulan karena saya pernah membaca bahwa pesanan dapat di antar jadi saya pun coba untuk memesan dan diminta untuk diantar. Dan saya pun menelopon untuk memesan: Saya: "Slamat siang, bisa pesan antar" RMP: "Tunggu sebentar ya pak..." selang beberapa detik dijawab oleh orang lain.... RMP: "Brapa banyak pak?" Saya: "Cuman Satu, buat saya sendiri" RMP: "Lokasi nya dimana pak?" Saya: "Didepan pak, di warnet" (Sebetulnya pesanan saya buat istri saya yang kerja di warnet tepat RM Padang tersebut, berhubung pekerjaan tidak bisa di tinggal ya karena istri saya adalah operator billing dan hari itu kebetulan jaga sendiri) RMP: "Pak ambil sendiri aja pak, tidak ada yg bisa mengantar" Saya: "Loh saya juga tidak bisa, kalau bisa buat apa pesan antar" RMP: "Ya sudah kalo bagitu" (Dalam dialek manado "SUDAH JO NO") dan telepon langsung di tutup. Saya merasa di "maki" dengan dialek manado yang terdengar, apalagi intonasinya tidak sopan. Sungguh menyedihkan.... sudah berani membuka services pesan antar tapi tidak sanggup melakukan.. Karena kesal, saya pun coba memesan ke 14022 aka KFC :D KFC : "Selamat Siang, ada yang bisa di bantu" Saya: "Mbak, saya mau pesan antar paket apa aja yang bisa di antar" KFC: "Semua bisa di pesan antar pak, tidak ada batas minimal pembelanjaan, bapak cuman membayar ongkos delivery sebesar delapan ribu delapan ratus rupiah" ..... setelah dijelaskan daftar menu... Saya: "Kalo begitu saya pesan combo hitlist 2 aja mbak" KFC: "OK totalnya 24300 rupiah sudah termasuk ppn dan ongkos antarnya pak" Saya: "OK mbak saya pesan itu aja" selanjutnya KFC menanyakan alamat untuk delivery... Perbandingan layanan yang dratis.... oklah kalo ada yang berpendapat KFC kan sudah sekelas Nasional dan Bahkan International hihihii ... pendapat itu saya setuju... kalo RM Padang kan baru sekelas kota (atau Nasional kalee cuma ownernya & managemen beda) iya bener juga.... Kalo pemikiran cuman sampe segitu ... KAPAN KITA MO MAJU, kapan kita mau berkembang misalnya seperti KFC ... kalo begini terus... siap ekonomi kita di jajah negara lain. KFC, Strabuck, J.CO, dl... hmmmmm tidak sadarkah kita?? uang kita mengalir ke negara lain.. sunggu dilema bagaimana kita mau mencintai produk dan layanan anak bangsa kalo kualitas saja susah bersaing Semoga ini jadi pelajaran .... dan rasa lapar saya hilang gara2 Rumah Makan Padang Jl. Martadinata ... Sucks!!!!

Jumat, Januari 08, 2010

CINTA SEORANG AYAH

Kalau sebelumnya saya posting cerita tentang seorang Ibu, kali ini saya sharing satu video tentang cinta seorang Ayah ... Watch this video : Dikusi lewat plurk di halaman ini : Stieven's Plurk

Minggu, Januari 03, 2010

CINTA SEORANG IBU

Membuka catatan Blog di tahun 2010, saya mengutip cerita yang pernah di kirimkan ke saya lewat email sekitar taoh 2002-2003. Semoga ini menjadi inspirasi hidup, supaya kita lebih mencintai orang tua kita.
Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Anaknya satu-satunya suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering bersedih dan menangis begitupun ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, "Tuhan tolong Kau sadarkan anakku yang kusayangi, supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat, sebelum Aku mati". Perbuatan jahatnya sangat keterlaluan dan Sudah sangat sering ia keluar masuk bui karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Malang nasibnya akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian dia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di Kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya tepat pada saat lonceng Gereja berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu sampai juga ke telinga si Ibu. Dia menangis,meratapi Anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan. "Tuhan, Ampunilah Anak Hamba. Biarlah HambaMu yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahannya. Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si Anak tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si Ibu kembali ke rumah. Tidak berhenti dia menangis dan berdoa akhirnya dia tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan. Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan,rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan Pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan, lonceng Gereja belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit lewat dari waktunya. Akhirnya datang petugas yang membunyikan lonceng di Gereja. Dia Juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tapi, suara dentangnya tidak ada. Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegangnya mengalir darah. , darah tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat di mana Lonceng diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk Bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentu ke dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata . Sementara si Anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke Atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng,untuk menghindari hukuman pancung anaknya. Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya, betapapun jahatnya si Anak. Marilah kita mengasihi orang tua kita masing-masing, selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di Dunia ini. Amin. Lihat juga cerita : Cinta Seorang Ayah.

PHP Google Drive

https://g.co/gemini/share/4ec33b801d4a   Tentu, saya akan membantu Anda membuat kode PHP menggunakan Composer untuk melakukan sinkronisasi (...