Tampilkan postingan dengan label Aktifitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktifitas. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 05, 2012

Perjalanan Mentari Terbenam di awal April 2012

Awal bulan april sunset di Manado mulai menunjukan aksinya...
hampir setiap harinya keindahan di teluk Manado benar-benar memanjakan mata setiap orang yang duduk ditepi pantai. Berikut saya sajikan beberapa momen sunset yang saya tangkap lewat kamera kesayangan saya Canon EOS 500D. Sayangnya saya pada tanggal 1 April 2012, saya tidak bisa merekam momen sunset saat itu.. hanya sebagian bias yang saya refleksikan lewat kolam air...

1 April 2012, Tateli
2 April 2012, Megamas
2 April 2012, Megamas
2 April 2012, Megamas
3 April 2012, Marina Plasa
3 April 2012, Maria Plasa
3 April 2012, Marina Plasa

Demikianlah sajian Sunset Journey.. Edisi 1,2,3 April 2012..
Jika anda menikmati... terhibur... dan senang....
saya juga akan sangat senang jika ...
catatan ini dibagikan kepada teman-teman anda
adalah sukacita... jika kesenangan itu kita bagi bersama....

Selamat menyambut paskah bagi umat Kristen....
Salam,
Kel. Kalengkian - Mamanua
Stieven & Lanny
Angie, Kenzhi & Jowen

Senin, Maret 26, 2012

eMagz theMASTERpiece #1

theMASTERpiece #1 ISSUE

theMASTERpiece adalah majalah elektronik yang tujuannya untuk menjadi ruang ekspresi bagi para pencipta karya-karya agung. Hadir dalam betuk eMagz theMASTERpiece bisa dinikmati dari berbagai gadget dan komputer.

Ingin karya kamu ditampilkan di theMASTERpiece?
kunjungi fan page facebook nya di http://www.facebook.com/masterpiece.image

Jumat, Maret 09, 2012

Lomba foto Pendidikan 2012

Dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2012, Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Foto Pendidikan.

Tema Lomba Foto adalah “Menjangkau yang Tidak Terjangkau”

Kriteria Lomba:


  1. Lomba terbagi dalam 2 kategori, yaitu: a. Kategori Pelajar dan Mahasiswa  b. Kategori Umum/Wartawan/Profesiona
  2. Foto adalah karya asli dan belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba foto lain
  3. Panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari karya foto terbukti bukan karya asli dan sudah pernah dipublikasikan
  4. Foto dikirim dalam bentuk berwarna (Fullcolour) dan dibuat pada masa Januari hingga 10 April 2012
  5. Peserta maksimal mengirimkan lima karya foto dengan mencantumkan judul foto dan narasi serta  identitas lengkap peserta
  6. Karya foto dikirim melalui email: pih@kemdikbud.go.id dengan cc: lombafoto_kemdikbud@yahoo.com paling lambat tanggal 10 April 2012 pukul 23.59 WIB
  7. Foto dikirim dalam format JPG dengan dua ukuran, yaitu ukuran 1,2 Mb dengan resolusi per inci 72, dan ukuran 300 Kb dengan resolusi resolusi per inci 72
  8. Peserta Lomba bukan pegawai Kemdikbud Pusat
  9. Karya foto yang telah dikirim menjadi hak milik Kemdikbud dan akan digunakan untuk kepentingan publikasi dan sosialisasi Kemdikbud, dan tidak boleh dipublikasikan di tempat lain
  10. Hasil lomba akan diumumkan di www.kemdikbud.go.id
  11. Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

Pemenang I, II, dan III masing-masing kategori berhak atas hadiah sebesar:
Juara I      :    Rp 10.000.000     (dipotong pajak)
Juara II    :    Rp   7.500.000     (dipotong pajak)
Juara III   :    Rp   5.000.000     (dipotong pajak)

*Keterangan lebih lanjut hubungi: Anang Kusuma (0856 889 1640)

Rabu, Februari 29, 2012

Sunset Journey: Selamat Laut Manado

kan
Seandainya sampah-sampah ini dibuang pada tempatnya, tempat ini pasti sangat indah.

Apakah ini wajah pantai Indonesia??padahal kita bisa manfaatkan pantai untuk pariwisata dan untuk pemasukan buat indonesia??

Selasa, Desember 20, 2011

Sunset journey at the end of year - Part 02

Sebelumnya: Sunset journey at the end of year - part 01

Kali ini "Sunset Journey" dilanjut dengan seri yang spesial, moment sunset di abadikan 3 hari berturut-turut dengan lokasi berbeda. Dimulai pada tanggal 17 Desember 2011, hari itu saya harus mendokumentasi acara wisuda salah satu mahasiswa Universitas Klabat Fakultas Ekonomi Akuntansi, pukul 15:00 acara baru dimulai, saya tahu tidak akan sempat mengabadikan sunset di teluk manado, akhirnya saya mengabadikan sunset di lokasi yang jaraknya kurang lebih 30km dari teluk manado, di Airmadidi tepat di Universitas Klabat.

Sabtu, Desember 03, 2011

Gubernur Sulawesi Utara terpilih sebagai Gubernur Terbaik se-Indonesia

Sinyo H Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara memeroleh penghargaan sebagai gubernur terbaik dan berprestasi di ajang penganugerahan GATRA Award 2011.


Penghargaan serupa juga diterima gubernur Sulawesi Selatan dan Gubernur Jawa Tengah, penghargaan yang diterima gubernur Sarundajang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fawzi yang bertepatan dengan acara perayaan HUT Gatra ke-17 di Sahid Jaya Hotel Sudirman Jakarta, Kamis (1/12)

Ditetapkannya Sarundajang sebagai gubernur terbaik dari 33 Provinsi se-Indonesia, karena dinilai berhasil membawa Provinsi Sulawesi Utara dua tahun berurutan memeroleh predikat opini pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Selain itu, membawa Provinsi Sulawesi Utara terbaik dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).

Kamis, Desember 01, 2011

Charmian Chen Mahasiswi asal Taiwan, ngetop karena kemben melorot ditarik monyet bali

Seorang mahasiswi Taiwan mendadak terkenal karena foto dirinya saat berlibur di Bali. Foto tersebut bukan foto biasa. Foto itu memperlihatkan dirinya bersama dua ekor kera yang sedang menarik gaun model kemben yang dikenakannya. Tak ayal, kembennya melorot hingga mempertontonkan payudaranya.

Foto tersebut diambil saat si mahasiswi yang bernama Charmian Chen (22) itu tengah berlibur ke Bali dan mengunjungi Sacred Monkey Forest di Ubud pada bulan Oktober lalu. Foto 'insiden kemben melorot' yang membuatnya malu tersebut justru membuat Chen terkenal di dunia maya maupun di kalangan masyarakat Taiwan.

Foto tersebut bahkan sempat menjadi berita utama di berbagai stasiun televisi di Taiwan. Banyak televisi yang memintanya untuk tampil dan berbicara soal 'insiden' tersebut. Tidak hanya itu, foto Chen tersebut juga tersebar luas di seluruh dunia, muncul di sejumlah blog dan menjadi perbincangan di berbagai forum dunia maya di Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Demikian seperti diberitakan oleh Daily Mail, Rabu (30/11/2011).




























Minggu, Oktober 30, 2011

Peduli Lingkungan lewat foto: Hunting II PF-PPWI Budaya, Wisata dan Religi [KALI, PINELENG]


Sabtu 29 oktober 2011 kembali PF-PPWI melaksanakan kegiatan hunting foto yang masih dalam rangkaian kegiatan "Peduli Lingkungan Lewat Foto" bekerja sama dengan WCS (World Conversation Society). Hunting pertama, PF-PPWI mefokuskan pada sampah di sekitar Kuala Jengki (Muara Sungai Tondano). Kali ini hunting ke-2 difokuskan pada tema budaya, keagamaan dan lokasi wisata. Lokasi yang menjadi tempat hunting adalah Taman Makam Pahlawan Imam Bonjol & Air Terjun Kali.



Pukul 06.00 peserta mulai berkumpul, satu jam kemudian setelah briefing dan perkenalan singkat dari para peserta tepat pukul 07.10 semuanya berangkat ke lokasi pertama yaitu taman makam Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol dengan jarak kurang lebih 5 km dari lokasi meeting point.
Photo: Wensi Pantouw
Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia 1772 - wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864), adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri di tahun 1803-1838.[1] Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.
Nama asli dari Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Shahab, Dia merupakan putra dari pasangan Bayanuddin (ayah) dan Hamatun (ibu). Ayahnya, Khatib Bayanuddin, merupakan seorang alim ulama yang berasal dari Sungai Rimbang, Suliki, Lima Puluh Kota. Sebagai ulama dan pemimpin masyarakat setempat, Muhammad Shahab memperoleh beberapa gelar, yaitu Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam. Tuanku nan Renceh dari Kamang, Agam sebagai salah seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan adalah yang menunjuknya sebagai Imam (pemimpin) bagi kaum Padri di Bonjol. Ia akhirnya lebih dikenal dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol
Dalam bulan Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol diundang ke Palupuh untuk berunding. Tiba di tempat itu langsung ditangkap dan dibuang ke Cianjur, Jawa Barat. Kemudian dipindahkan ke Ambon dan akhirnya ke Lotak, Minahasa, dekat Manado. Di tempat terakhir itu ia meninggal dunia pada tanggal 8 November 1864. Tuanku Imam Bonjol dimakamkan di tempat pengasingannya tersebut.


Pukul 08.30 lanjut ke lokasi meeting point 2 di desa kali sebelum menuju lokasi hunting air terjun kali, sekalian rehat beberapa menit karena lokasi hunting air terjun akan ditempuh dengan berjalan kaki jaraknya kurang lebih 1 km dari meeting point 2. Meiki Tangkuman anggota PF-PPWI menyiapkan rumahnya sebagai tempat untuk meeting point 2. Rehat selama 30 menit kemudian lanjut ke lokasi air terjun kali dengan berjalan kaki.

Serunya sepanjang peralanan menuju air terjun, banyak objek yang bisa difoto. Terutama mereka penggemar fotografi macro dan landscape tempat ini seperti surga bagi mereka.


Memasuki jalan setapak menuju Air Terjun anda akan disajikan pemandangan landscape yang indah di sisi sebelah kanan.

Pertengahan rute jalan setapak, jikalau mulai terasa letih ada bangunan yang bisa dijadikan tempat beristirahat. Sayangnya bangunan sudah tidak terawat, walau masih kokoh berdiri karena dibuat permanen, tapi kondisi  sangat kotor.


Beberapa meter kedepan menuju air terjun, ada mata air. Konon dapat langsung diminum. Jadi jika persediaan air minum sudah sedikit atau habis, wadah air minum yang dibawah bisa diisi dengan air dari mata air ini.

Akhirnya sampai juga dilokasi air terjun, tanpa banyak bicara lagi semua peserta langsung menyiapkan peralatan mereka. Saya langsung melepas sepatu, dan langsung masuk ke sungai untuk mengambil gambar air terjun.

Air terjun Kali memiliki ke unikan yaitu memiliki 2 buah air terjun dengan ketinggian 60 meter. Sangat disayangkan objek wisata ini sudah tidak terawat, bahkan terlihat sudah dilupakan dan dibiarkan. Potensi Air terjun sangatlah besar untuk menarik wisatawan baik itu internasional, nasional dan lokal. Air Terjun Kali atau Air Terjun Pineleng padahal namanya sudah tersohor di tanah air. Seperti Afni Rustam lewat Weblog nya menceritakan bahwa pada tanggal 30 Mei 2010 bersama dengan suaminya tercinta datang ke Air Terjun Kali, jauh-jauh dari pulau jawa ke Manado untuk ke air terjun kali dia begitu kecewa dengan kondisi objek wisata ini. Sempat saya baca mereka ke tempat ini tanpa buku petunjuk pariwista, sehingga menjadi pertanyaan bagi saya apakah memang benar air terjun kali sudah dihapus dari daftar objek wisata daerah? karena ada beberapa isu tempat ini sudah tidak lagi didaftarkan sebagai objek wisata.


Kalau memang isu itu benar bahwa air terjun kali sudah tidak didaftarkan lagi sebagai objek wista, saya menjadi semakin bingung lagi ketika membuka situs resmi Pemerintah Minahasa, Air Terjun Kali Pineleng masih terpampang di slide halaman utama yang nota bene Pemkab minahasa masih mempromosikan keberdaan objek wisata ini. TETAPI!!!!! kenapa tempat ini dilantarkan dan dibiarkan? tekesan bagi saya Pineleng seperti anak tiri padahal arti dari PINELENG itu sendiri = DIPILIH, lokasi Kec. Pineleng sebagai bagian dari Kabupaten Minahasa diapit oleh dua daerah tingkat II yaitu Kota Manado dan Kota Tomohon, jangkauan pun jauh lebih dekat ke Manado dan Tomohon dari pada ke Tondano yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Minahasa. Seandainya memang pemerintah tidak sanggup atau belum bisa mengelola dengan baik, cobalah tempat ini dibuka kesempatan dengan mencari investor swasta yang mau bekerja sama untuk mengelola.
Official Website Pemerintah Kabupaten Minahasa
Photo:  John Tasirin
Sangat menyedihkan saat melihat kondisi lokasi disekitar Air Terjun Kali, begitu banyak sampah, fasilitas yang tidak terawat. Padahal kalau dikelalo dengan baik tempat ini bisa menjadi primadona daerah, terutama untuk mereka pecinta fotografi tempat ini bisa menjadi salah satu spot yang wajib dikunjungi.

Di sesi terakhir acara hunting yang dilaksanakan PF-PPWI bekerja sama dengan WCS, para peserta disuguhi dengan sesi foto model dengan konsep Busana Daerah Minahasa. Beberapa peserta antusias memotret dua orang model yang sudah disiapkan, tapi banyak juga peserta lain yang tetap sibuk berburu objek macro.


Hunting dilokasi air terjun diakhiri dengan berfoto bersama semua peserta. Dan selanjutnya kembali ke meeting point 2 rumahkanya Meiki Tangkuman untuk santap bersama Tinutuan atau Bubur Manado dilanjutkan dengan diskusi "Bedah Foto" sambil minum kopi yang sudah disiapkan.
Photo by Andres Etd

Pukul 13.00 seluruh acara berakhir, dan semuanya kembali ke aktifitas masing-masing.





Link Terkait:

PHP Google Drive

https://g.co/gemini/share/4ec33b801d4a   Tentu, saya akan membantu Anda membuat kode PHP menggunakan Composer untuk melakukan sinkronisasi (...