Tampilkan postingan dengan label Photographic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Photographic. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 13, 2012

Portrait Undewater? Wow.. keren


Kamu suka tantangan? suka dengan sensasi yang baru? dan ingin tampil beda?
Centerstage Photography kini melayani pemotretan bawah air (underwater) yang bisa dilakukan di kolam renang maupun di laut lepas. Kamu bisa merasakan sensasi yang menyenangkan dan hasil foto yang memuaskan.

Centerstage Photography kini di dukung oleh tim penyelam dan fotografer underwater yang berpengalaman, melayani pemotretan bawah air untuk pasangan (couple / pre-wedding) dan self-portrait.

Segara hubungi 08124755566 (Stieven), 081331563011 (Wena), 085341967900 (Toar) atau kunjungi website www.centerstage.sleki.org



Selasa, Desember 11, 2012

Bagaimana membuat foto dengan teknik "light painting"


Bermain dengan cahaya, melukisnya dengan indah...
dewasa ini teknik light painting bukan lagi hal yang sulit. foto diatas di ambil hanya dengan satu frame tanpa ada olah digital sama sekali. Demikian juga foto-foto berikut ini.



Sedikit berbagi resep.... foto diatas menggunakan teknik yang sering di sebut "light painting".
Peralatan yang perlu disiapkan: Camera dSLR, Tripod, Flashgun & Lighter (colour).

Pasang camera dSLR di tripod arahkan ke model, buka shutter lebih dari 1 menit (sesuaikan dengan kebutuhan), nyalakan lighter kemudian mulailah melukis dengan lighter. Pastikan si pelukis menggunakan baju warna hitam. Model usahakan jangan banyak bergerak.

Setelah selesai melukis dengan lighter, arahkan flashgun ke model dan nyalakan secara manual. Tutup shutter kamera dan... Magic............ :D

Foto dibawah ini juga menggunakan teknik yang sama, foto ini tidak diproses digital sama sekali dimana model wanitanya diduplikasi lewat satu frame yang sama pada saat pengambilan foto. Teknik ini dikenal dengan istilah "Multi-Exposure"


Selamat mencoba....

Sabtu, Desember 01, 2012

Photoshop Action collection 2012 (Vintage, Pastel, IR)


Tahun 2012 adalah tahun yang penuh berkat, semoga tahun 2013 berkat bisa lebih melimpah lagi. Di penghujung tahun 2012 ini saya bagikan action Photoshop yang sering saya gunakan pada tahun 2012. Cukup sederhana dengan 4 koleksi favorit saya; Pink Pastel, Vintage 1 (cyan), Vintage 2 (brown) dan IR effect.

Sabtu, November 17, 2012

Photoshop Action IR plus kombinasi Color Efex Pro 4 Vignette Blur

Lama tidak posting di blog pribadi, ok kali ini saya berbagi "resep" untuk membuat foto dengan tonal warna seperti dibawah ini

Model: Jill Prisca | Location, Wardrone & Properti by her

Rabu, April 25, 2012

Solidaritas Masyarakat Nelayan

Hari ini (28 Maret 2012) sekitar pukul 16:30 bersama istri saya dengan kendaraan roda dua kami menuju bagian utara pantai kota Manado dengan maksud mengabadikan momen matahari tenggelam. Perjalanan yang ditempuh sekitar 10 menit dari pusat kota, melewati jembatan megawati dan jalan Hassanudin kami menuju lokasi tepi pantai yang kini sudah dibangun jalan bebas hambatan "Boulevard 2".

Setiba dilokasi saya langsung menyiapkan perlengkapan kamera untuk memulai memotret, perlahan saya berjalan sampai di ujung akhir jalan Boulevard 2 dibangun. Dan sayapun mengabadikan beberapa frame momen matahari yang mulai turun diufuk barat.
Klik untuk perbesar
Sambil menunggu tenggelamnya matahari saya mencoba ke tepi batas jalan hasil reklamasi pantai, tidak ada batas penghalang sehingga pandangan bisa lapang dan luas jauh, terlihat perkampungan nelayan diseberangnya. Beberapa anak-anak disekitar situ bahkan bermain-main dengan naik-turun pada bebatuan hasil reklamasi itu. Tiba-tiba pandangan saya terhenti pada kegiatan para nelayan yang ada diseberang. Sungguh menarik, beberapa orang nelayan terlihat sedang mendorong perahunya untuk dibawah ke tepi.
Klik untuk perbesar

Klik untuk perbesar

Karena penasaran, berhubung juga saat ini saya menggunakan lensa wide tergerak naluri untuk mendekat. Saya pun berlari menuruni bebatuan untuk mengabadikan momen ini. Dan terlihat juga beberapa nelayan ikut mendekati perahu untuk menambah tenaga mendorongnya.
Klik untuk perbesar

Melihat para nelayan begitu bersemangat mendorong perahu, saya semakin mendekat untuk mengambil gambar berusaha mencari angle yang pas. Dan betapa terkejutnya saya hingga membuat hati saya tersentuh bahkan sampai membuat mata saya berkaca-kaca hampir menangis, salah satu nelayan yang membantu mendorong perahu hanya memiliki satu tangan sebelah kiri.
Klik untuk perbesar

Klik untuk perbesar

Beberapa meter kemudian mereka sedikit beristirahat, saya sedikit bertanya kepada bapak yang tinggal memiliki sebelah tangan kiri. "Pak, kenapa perahunya didorang kedarat? apa mau diperbaiki?" Bapak itu menjawab. "Oh tidak, sebentar lagi akan datang badai, semua perahu diangkat ke darat". "Oh begitu" sahut saya...
Klik untuk perbesar

Beberapa nelayan berteriak memanggil teman-teman mereka yang ada didarat, semakin ke tepi air semakin dangkal membuat perahu semakin susah untuk didorong, perlu beberapa tenaga lagi agar perahu bisa diangkat sampat ke darat. Kembali saya bertanya kepada bapak tadi. "Maaf sebelumnya Pak, apa tidak kesulitan hanya dengan satu tangan mendorong perahu ini", bapak hanya tersenyum dan dengan santai menjawab "Masih mending dengan satu tangan, dari pada punya dua tangan tapi tidak membantu". Betapa ungkapan itu membuat saya terdiam sejenak, sesaat saya sadari perahu sudah sampai didarat. Mereka para nelayan itupun melanjutkan kegiatan mereka masing-masing
Klik untuk perbesar

Klik untuk perbesar

Klik untuk perbesar

Solidaritas masyakarat nelayan ini membuat saya kagum, diera kehidupan moderen saat ini hal seperti ini sangat jarang bahkan tidak dapat ditemukan lagi di masyakarat perkotaan. Kehidupan urban yang diwarnai dengan kesibukan menjadikan individualisme masyarkat begitu besar.

Dari sedikit obrolan dengan masyarakat nelayan dilokasi, sebagian besar dari mereka mengungkapkan dalam kondisi "trauma" dengan proyek reklamasi. Mereka sangat takut kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka. "Dulu mencari ikan hanya beberapa ratus meter dari pantai, sekarang bukan cuma kami yang trauma, ikan juga trauma hingga mencari ikan harus berkilo-kilo meter dari sini" ungkap seorang nelayan.


Sabtu, April 07, 2012

Classical vs Modern

5 April 2012, rencananya saya mau hunting sunset teluk Manado disekitaran kompleks Megamas sayangnya kondisi cuaca hari itu mengecewakan. Diufuk barat ada awan tebal menutupi lintasan matahari terbenam.

Foto diatas saya ambil dengan menggunakan kamera Canon 500D lensa Canon EF-S 10-22mm, dengan teknik bracketing manual pada 5 eksposure yang berbeda. Digabung dengan menggunakan software photomatix dan adobe photoshop. Alasan kenapa saya menggunakan teknik ini (modren teknik) karena kondisi saat itu jika dengan teknik klasik rasanya hasil akhir akan kurang memuaskan.
klik untuk perbesar
Gambar diatas adalah printscreen dari foto-foto yang ada di memory pada waktu pengambilan foto sunset 5 April 2012, file CR2 adalah singkatan dari Canon RAW versi 2, RAW adalah digital negative ibarat negative film pada kamera analog. Dengan kata lain file RAW belum mengalami proses apapun dari software.

Dari gambar screen shoot diatas bagian yang saya tandai dengan border berwarna merah adalah hasil foto "Golden Sea" yang saya anggap eksposurnya paling pas dibanding 5 foto lainnya. Ini hasil editinya
Komposing dengan Photoshop CS4
Level, Curve, Colour Balance  (shift blue), Brightness Contrast
Sebelum di Edit dengan Photoshop, RAW to JPG 
Sekilas tidak ada perbedaan yang jauh antara foto menggunakan teknik HDR dengan yang tidak setelah lewat hasil edit di photoshop. Tapi kalau perhatikan dengan seksama ada hal-hal detil yang terlihat pada foto HDR seperti awan, range cahaya dan warna juga lebih luas.
HDR Teknik
Classic Teknik

Rasa penasaran saya mendengar diskusi dari berbagai komunitas fotografi mengenai idelisme atau mungkin saya sendiri lebih berkesimpulan dengan isitilah "fanatisme", mengenai teknik konvensional (klasik) dan teknik digital (modern) yang selalu berpendapat bahwa yang klasik lebih mempunyai "skill fotografi" dan yang digital lebih mempunyai "nilai komersil". Tergerak untuk melakukan uji lapangan, kemudian saya lemparkan lewat diskusi online di facebook yang melibatkan praktisi fotografi (fotografer) dan para penikmat foto (bukan fotografer). Kekecewaan saya pada diskusi ini, para penikmat foto sudah takut memberikan pendapat mereka karena para praktisi fotografi sudah mengeluarkan bahasa "planet" dunia fotografi. Mengesampingkan tujuan yang sudah keluar jalur dari maksud tujuan diskusi itu sendiri, disisi lain saya senang karena diskusinya menarik perhatian di kalangan para komunitas fotografer.


Dari mata seorang fotografer, foto diatas secara teknis dari esensi fotografi masih banyak kekurangan baik itu masalah komposisi, exposure, colouring. Dari kacamata bukan fotografer yang tidak tahu persis tentang "ilmu" fotografi pasti akan pilih "D". Dan prediksi saya didiskusi itu akan banyak memilih "D" dengan alasan yg hampir sama "Enak dilihat". Didiskusi it

Teknologi sekarang membuat ilmu fotografi jauh lebih mudah dipelajari, tidak seperti dulu zaman analog, minimal harus punya lightmeter.. susahnya kalo saya yg genrenya landscape lightmeter hampir tidak bisa digunakan.. triknya ... capture normal exposure, under -1  dan over +1 (sesuai metering yg saya rasa pas) nanti di darkroom baru pilih yg pas wakakaka jadinya "BOROS film"

Selanjutnya kehadiran teknik komposing HDR yg belakangan jadi trend mulai menggoda saya untuk mencobanya, dulu sempat mempertahankan menggunakan teknik GND.. tapi godaan tingkat akurat dari komposing digital membuat saya mulai menggunakan teknik ini sampai sakarang. Walaupun ada yg komplain dan berpendapat "ahh masih lebih asyik yang natural" maksudnya mungkin bukan HDR, saya juga suka yang natural. Foto diatas sengaja disajikan dgn teknik seadanya dan tergesa-gesa. Alasannya supaya tidak mempengaruhi penilaian kategori "indah" yg ingin dicapai dari penyajian 4 foto ini. Padahal yang seharusnya ini bukan gaya seorang fotografer landscape... karena fotografer landscape harus lebih sabar... sabar menunggu cahaya yang pas, sabar menunggu posisi focal point yang tepat untuk memperkuat komposisi.

Foto A & C bukan foto HDR, proses digital hanya sebatas contrast/britgness, sedangkan foto B & C adalah foto HDR penggabungan 3 eksposure menggunakan software photomatix. Keempat foto tersebut tidak dilakukan manipulasi warna, lewat photoshop semua di koreksi hanya sebatas contrast & brigntess, agar adil saya merecord proses editing ke photoshop action agar bisa digunakan juga pada foto yang lain dengan step dan rasio editng yang sama pada keempat foto. Dan semua foto saya ambil menggunakan kamera Canon 500D lensa EF-S 10-22mm USM, agar adil juga saya menggunakan tripod + shutter release dan menggunakan mode Aperture Priority ( f/11) metering mode pattern, kopensasi eksposur 0 (nol) metering point ke awan dan langit.

FOTO A
klik foto untuk perbesar
Foto ini diambil menggunakan filter ND4 + Grad -Grey -2stop, efek grey filter menjadikan warna awan menjadi warna pink (merah muda) jadi kalo ada yang beranggapan itu hasil olahan dari digital, tebakannya belum tepat :D. Salah satu yang membuat saya senang menggunakan filter ini, adalah efek warna yang dihasilkan sangat sulit ditiru lewat software editor. Dan filter ini saya gunakan untuk mengejar perbedaan intensitas cahaya antara objek bawah dan atas yang sangat signifikan. Karena filter yang saya gunakan hanya -2stop artinya bagian gelapnya hanya bisa under 2 stop agak kesulitan menggunakan filter ini jika ingin mengambil foto seperti contoh paling atas "Golden Sea" yang langsung menghadap ke matahari, saya rasa -2 stop tidak lah cukup untuk mencapai keseimbangan yang diinginkan.
Filter: Grad-Grey & ND4

FOTO B
klik foto untuk perbesar

Sama seperti FOTO A menggunakan   filter ND4 + Grad -Grey , hanya saja digabungkan dengan teknik HDR dengan bracketing 3 exposure -2 0 +2

FOTO C

klik foto untuk perbesar
Foto ini diambil tanpa menggunakan  filter  filter ND4 + Grad -Grey

FOTO D

Foto dengan teknik HDR penggabungan dari beberapa eksposur tanpa menggunakan filter.

Yang penasaran dengan warna pink di awan, boleh download file RAWnya disini

Teknik HDR ini sendiri cendurng oversaturate dan juga proses lumansi dari software sering membuat beberapa area (terutama bagian gelap) sering muncul nois. Untuk foto HDR diatas saya lakukan beberapa koreksi di photoshop untuk menjadikanya terkesan natural. Saya sendiri sering menyebutnya "Digital Magic", keajaiban ini yang membuat beberapa orang awam selalu bertanya-tanya ini asli atau edit?

Percobaan yang mungkin hanya keisengan karena penasaran yang saya lakukan ini membuka mata saya, dari contoh 4 foto diatas dengan mengabaikan semua teknik dan esensi fotografi, ternyata dunia digital saat ini telah mengubah dunia fotografi secara dratis. Dan naif bagi saya jika seorang fotografer yang menggunakan dSLR secara mentah-mentah mengatakan saya tidak perlu software editor, atau ada beberapa yang beranggapan tidak edit lebih asyik.

Ya.. tidak edit atau teknik klasik vs teknik modern bagi saya keduanya sama kuat kalo mau menghasilkan foto yang indah, seandainya mungkin jika saya tidak menggunakan grad-grey mungkin pilihan akan berkata lain pada diskusi yang saya lemparkan.

Foto ini saya komposit dari FOTO A & C, dengan asumsi menggunakan GND bukan Grad-Grey, mungkin pilihannya akan beda ^_^.

Kesimpulan yang bisa saya dapat dari apa yang saya lempar ke halaman facebook dengan contoh keempat foto diatas, lepas dari segala esensi fotografi kebanyakan memilih foto yang enak dipandang mata, yang kesannya natural, dan itu adalah efek psikologis alami. Karena mata sudah terbiasa dengan hal yang natural.
Dan pada prinsipnya ketika sebuah foto disajikan, tidak peduli prosesnya seperti apa, penikmat hanya melihat hasil akhir, penikmat yang saya maksud ini adalah bukan praktisi fotografi, penikmat adalah mereka yang menjadi pelanggan anda (buat komersil fotografer). Beda apabila dilihat dari sisi praktisi fotografi, atau foto akan dilombakan, atau foto jurnalistik atau foto yang memiliki story khusus. Yang dilihat adalah prosesnya, mulai dari gear, waktu eksekusi sampai proses dark/light room.

Dan teknik digital saat ini, tidak dapat disangkal mulai mengikis teknik klasikal yang sebetulanya adalah esensi dasar dari ilmu fotografi itu sendiri. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan teknik digital menjadi godaan yang sulit dihindari para praktisi fotografi. Kalau masih ada yang kurang puas.. dengan opini saya bahwa Teknik Digital sekarang dalam dunia fotografi adalah merupakan keharusan...
sebaiknya jangan sampai anda ketinggalan... selain HDR sekarang juga ada teknik yang sekarang jadi trendy yaitu GREEN SCREEN PHOTOGRAPHY, dimana teknik green screen sebelumnya sudah digunakan pada proses pembuatan film

Kamis, April 05, 2012

Perjalanan Mentari Terbenam di awal April 2012

Awal bulan april sunset di Manado mulai menunjukan aksinya...
hampir setiap harinya keindahan di teluk Manado benar-benar memanjakan mata setiap orang yang duduk ditepi pantai. Berikut saya sajikan beberapa momen sunset yang saya tangkap lewat kamera kesayangan saya Canon EOS 500D. Sayangnya saya pada tanggal 1 April 2012, saya tidak bisa merekam momen sunset saat itu.. hanya sebagian bias yang saya refleksikan lewat kolam air...

1 April 2012, Tateli
2 April 2012, Megamas
2 April 2012, Megamas
2 April 2012, Megamas
3 April 2012, Marina Plasa
3 April 2012, Maria Plasa
3 April 2012, Marina Plasa

Demikianlah sajian Sunset Journey.. Edisi 1,2,3 April 2012..
Jika anda menikmati... terhibur... dan senang....
saya juga akan sangat senang jika ...
catatan ini dibagikan kepada teman-teman anda
adalah sukacita... jika kesenangan itu kita bagi bersama....

Selamat menyambut paskah bagi umat Kristen....
Salam,
Kel. Kalengkian - Mamanua
Stieven & Lanny
Angie, Kenzhi & Jowen

theMASTERpiece eMagz #2

Senin, Maret 26, 2012

eMagz theMASTERpiece #1

theMASTERpiece #1 ISSUE

theMASTERpiece adalah majalah elektronik yang tujuannya untuk menjadi ruang ekspresi bagi para pencipta karya-karya agung. Hadir dalam betuk eMagz theMASTERpiece bisa dinikmati dari berbagai gadget dan komputer.

Ingin karya kamu ditampilkan di theMASTERpiece?
kunjungi fan page facebook nya di http://www.facebook.com/masterpiece.image

Jumat, Maret 09, 2012

Lomba foto Pendidikan 2012

Dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2012, Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Foto Pendidikan.

Tema Lomba Foto adalah “Menjangkau yang Tidak Terjangkau”

Kriteria Lomba:


  1. Lomba terbagi dalam 2 kategori, yaitu: a. Kategori Pelajar dan Mahasiswa  b. Kategori Umum/Wartawan/Profesiona
  2. Foto adalah karya asli dan belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba foto lain
  3. Panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari karya foto terbukti bukan karya asli dan sudah pernah dipublikasikan
  4. Foto dikirim dalam bentuk berwarna (Fullcolour) dan dibuat pada masa Januari hingga 10 April 2012
  5. Peserta maksimal mengirimkan lima karya foto dengan mencantumkan judul foto dan narasi serta  identitas lengkap peserta
  6. Karya foto dikirim melalui email: pih@kemdikbud.go.id dengan cc: lombafoto_kemdikbud@yahoo.com paling lambat tanggal 10 April 2012 pukul 23.59 WIB
  7. Foto dikirim dalam format JPG dengan dua ukuran, yaitu ukuran 1,2 Mb dengan resolusi per inci 72, dan ukuran 300 Kb dengan resolusi resolusi per inci 72
  8. Peserta Lomba bukan pegawai Kemdikbud Pusat
  9. Karya foto yang telah dikirim menjadi hak milik Kemdikbud dan akan digunakan untuk kepentingan publikasi dan sosialisasi Kemdikbud, dan tidak boleh dipublikasikan di tempat lain
  10. Hasil lomba akan diumumkan di www.kemdikbud.go.id
  11. Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

Pemenang I, II, dan III masing-masing kategori berhak atas hadiah sebesar:
Juara I      :    Rp 10.000.000     (dipotong pajak)
Juara II    :    Rp   7.500.000     (dipotong pajak)
Juara III   :    Rp   5.000.000     (dipotong pajak)

*Keterangan lebih lanjut hubungi: Anang Kusuma (0856 889 1640)

Rabu, Maret 07, 2012

Canon announces EOS 5D Mark III 22MP full-frame DSLR

Canon hari ini mengumumkan peluncuran EOS 5D Mark III. EOS 5D Mark III dibangun dari kinerja 5D Mark II EOS yang legendaris, menawarkan peningkatan kecepatan, resolusi lebih besar, kekuatan pemrosesan ditingkatkan dan opsi kreatif yang luas untuk still foto dan Full HD film - memberikan kebebasan artistik yang tak tertandingi untuk para fotografer yang paling banyak menuntut.

Rabu, Februari 29, 2012

Sunset Journey: Selamat Laut Manado

kan
Seandainya sampah-sampah ini dibuang pada tempatnya, tempat ini pasti sangat indah.

Apakah ini wajah pantai Indonesia??padahal kita bisa manfaatkan pantai untuk pariwisata dan untuk pemasukan buat indonesia??

Selasa, Februari 07, 2012

Nikon D800

FX Nikon D800 diklaim sebagai kamera terjam setelah pendahulunya D700, kini Nikon menawarkan serangkain fitur canggih pada DSLR 36.6MP.

Dirilis tahun 2007 D700 adalah kamera full-frame pertama dengan body ramping dan harga dibawah dibanding kamera full-frame lainnya. D700 dikembangkan berdasarkan teknologi seri D3 dan dilengkapi fitur serbaguna 12.1MP menggunakan FX sensor dan 51-titik autofocus.

Selasa, Januari 24, 2012

Sunset Journey Never End: My sister's Pre-Wedding Phothshot

Untuk koleksi foto dan portofolio kami, silahkan kunjungi:  http://photowork.sleki.org 
Berapa hari belakangan langit selalu mendung, dari rumor ini ada kaitannya dengan Imlek yang tahun ini bertepatan dengan tahun Naga Air. Mengesampingkan rumor saya tetap bersyukur dengan kondisi cuaca yang terjadi. Dan hari ini 24 Januari 2012, walaupun hanya sebagian kecil sunset sempat menampakan warna keemasannya sementara dari utara awan hujan siap menutupinya dalam selang hanya beberapa menit.

Kesempatan yang sempit ini saya manfaatkan untuk mengambil beberapa gambar untuk dijadikan foto "pre-wedding" adik saya sisi dan pasangannya renly. Karena sangat terburu-buru, kami tidak sempat mencari spot yang lebih ideal, bahkan posing jadi secara natural karena berkejaran dengan hujan yang mulai berlari mendekati kami.

Seri sunset journey hari ini sementara hanya saya posting 1 foto, kondisi saya saat ini kurang fit setelah 3 hari kemarin padat dengan sesi foto pre-wedding adik saya di berapa lokasi. Dalam waktu dekat akan saya upload seri lengkapnya beserta sesi foto pre-wedding adik saya dan bisa di nikmati langsung di halaman Photowork Gallery atau bookmark URL berikut: http://photowork.sleki.org

Jumat, Januari 13, 2012

Sunset Journey Never End: Tempat favorit yang dilupakan

Pukul 17:15 saya tiba dilokasi setelah kurang lebih 15 menit perjalanan dari tempat saya kerja. Hari ini (12 Januari 2012) langit sedikit terlihat bersahabat walaupun di sebelah timur dari Jl. Piere Tendean terlihat mendung tanda akan turun hujan. Untungnya angin laut membawa awan hujan lebih jauh ke daratan sehingga saya tidak perlu kawatir untuk mengabadikan sunset hari ini.

Lokasi yang saya pilih hari ini adalah Boulevard Mall, salah satu pusat bisnis yang "dilupakan" karena terkait beberapa masalah sehingga tempat ini yang tadinya diprediksi bisa menjadi pusat keramain kini terbengkalai, sepi dan tidak terawat. Dibalik kisah yang ironis dari Boulevard Mall ini, bagi pecinta fotografi kompleks yang tidak terawat ini menjadi favorit untuk spot fotografi.

Setibanya saya langsung menyiapkan kamera kesayangan Canon 1000D dan langsung memilih beberapa tempat yang hampir semuanya sangat mengasyikan untuk angle-angle yang kreatif.



Rabu, Januari 11, 2012

Sunset Journey Never End: Kuala Jengki, Mc Donald

10 Januari 2012, ditemani anak saya yang kedua Kenzhi (3 tahun) perjalanan mangabadikan matahari terbenam dilanjutkan. Lokasi awal yang menjadi pilihan adalah Kuala Jengki (Muara Sungai Tondano). Pukul 17:00 kami sudah berada dilokasi Kuala Jengki, jalan setapak yang masuk dari utara jembatan Megawati begitu ramai dengan penduduk setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Hampir diujung jalan setapak, tepat sejajar dengan pasar bersehati saya berhenti dan langsung mengambil foto dengan kamera kesayangan Canon 1000D.

Kuala Jengki (click to enlarge)

Senin, Januari 09, 2012

Tips Fotografi High-Key dilatar belakang yang tidak benar-benar putih

Hari ini 8 Januari 2012, Center Stage sedikit bereksperimen dirumah. Dan saya akan membagi sedikit tips untuk membuat latar belakang foto menjadi benar-benar putih sedangkan dilokasi tidak memiliki latar belakang putih yang dinginkan.

Untuk menghasilkan background putih, saya mengarahkan 2 buah Flash Gun ke  Wall

PHP Google Drive

https://g.co/gemini/share/4ec33b801d4a   Tentu, saya akan membantu Anda membuat kode PHP menggunakan Composer untuk melakukan sinkronisasi (...