Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 07, 2012

Classical vs Modern

5 April 2012, rencananya saya mau hunting sunset teluk Manado disekitaran kompleks Megamas sayangnya kondisi cuaca hari itu mengecewakan. Diufuk barat ada awan tebal menutupi lintasan matahari terbenam.

Foto diatas saya ambil dengan menggunakan kamera Canon 500D lensa Canon EF-S 10-22mm, dengan teknik bracketing manual pada 5 eksposure yang berbeda. Digabung dengan menggunakan software photomatix dan adobe photoshop. Alasan kenapa saya menggunakan teknik ini (modren teknik) karena kondisi saat itu jika dengan teknik klasik rasanya hasil akhir akan kurang memuaskan.
klik untuk perbesar
Gambar diatas adalah printscreen dari foto-foto yang ada di memory pada waktu pengambilan foto sunset 5 April 2012, file CR2 adalah singkatan dari Canon RAW versi 2, RAW adalah digital negative ibarat negative film pada kamera analog. Dengan kata lain file RAW belum mengalami proses apapun dari software.

Dari gambar screen shoot diatas bagian yang saya tandai dengan border berwarna merah adalah hasil foto "Golden Sea" yang saya anggap eksposurnya paling pas dibanding 5 foto lainnya. Ini hasil editinya
Komposing dengan Photoshop CS4
Level, Curve, Colour Balance  (shift blue), Brightness Contrast
Sebelum di Edit dengan Photoshop, RAW to JPG 
Sekilas tidak ada perbedaan yang jauh antara foto menggunakan teknik HDR dengan yang tidak setelah lewat hasil edit di photoshop. Tapi kalau perhatikan dengan seksama ada hal-hal detil yang terlihat pada foto HDR seperti awan, range cahaya dan warna juga lebih luas.
HDR Teknik
Classic Teknik

Rasa penasaran saya mendengar diskusi dari berbagai komunitas fotografi mengenai idelisme atau mungkin saya sendiri lebih berkesimpulan dengan isitilah "fanatisme", mengenai teknik konvensional (klasik) dan teknik digital (modern) yang selalu berpendapat bahwa yang klasik lebih mempunyai "skill fotografi" dan yang digital lebih mempunyai "nilai komersil". Tergerak untuk melakukan uji lapangan, kemudian saya lemparkan lewat diskusi online di facebook yang melibatkan praktisi fotografi (fotografer) dan para penikmat foto (bukan fotografer). Kekecewaan saya pada diskusi ini, para penikmat foto sudah takut memberikan pendapat mereka karena para praktisi fotografi sudah mengeluarkan bahasa "planet" dunia fotografi. Mengesampingkan tujuan yang sudah keluar jalur dari maksud tujuan diskusi itu sendiri, disisi lain saya senang karena diskusinya menarik perhatian di kalangan para komunitas fotografer.


Dari mata seorang fotografer, foto diatas secara teknis dari esensi fotografi masih banyak kekurangan baik itu masalah komposisi, exposure, colouring. Dari kacamata bukan fotografer yang tidak tahu persis tentang "ilmu" fotografi pasti akan pilih "D". Dan prediksi saya didiskusi itu akan banyak memilih "D" dengan alasan yg hampir sama "Enak dilihat". Didiskusi it

Teknologi sekarang membuat ilmu fotografi jauh lebih mudah dipelajari, tidak seperti dulu zaman analog, minimal harus punya lightmeter.. susahnya kalo saya yg genrenya landscape lightmeter hampir tidak bisa digunakan.. triknya ... capture normal exposure, under -1  dan over +1 (sesuai metering yg saya rasa pas) nanti di darkroom baru pilih yg pas wakakaka jadinya "BOROS film"

Selanjutnya kehadiran teknik komposing HDR yg belakangan jadi trend mulai menggoda saya untuk mencobanya, dulu sempat mempertahankan menggunakan teknik GND.. tapi godaan tingkat akurat dari komposing digital membuat saya mulai menggunakan teknik ini sampai sakarang. Walaupun ada yg komplain dan berpendapat "ahh masih lebih asyik yang natural" maksudnya mungkin bukan HDR, saya juga suka yang natural. Foto diatas sengaja disajikan dgn teknik seadanya dan tergesa-gesa. Alasannya supaya tidak mempengaruhi penilaian kategori "indah" yg ingin dicapai dari penyajian 4 foto ini. Padahal yang seharusnya ini bukan gaya seorang fotografer landscape... karena fotografer landscape harus lebih sabar... sabar menunggu cahaya yang pas, sabar menunggu posisi focal point yang tepat untuk memperkuat komposisi.

Foto A & C bukan foto HDR, proses digital hanya sebatas contrast/britgness, sedangkan foto B & C adalah foto HDR penggabungan 3 eksposure menggunakan software photomatix. Keempat foto tersebut tidak dilakukan manipulasi warna, lewat photoshop semua di koreksi hanya sebatas contrast & brigntess, agar adil saya merecord proses editing ke photoshop action agar bisa digunakan juga pada foto yang lain dengan step dan rasio editng yang sama pada keempat foto. Dan semua foto saya ambil menggunakan kamera Canon 500D lensa EF-S 10-22mm USM, agar adil juga saya menggunakan tripod + shutter release dan menggunakan mode Aperture Priority ( f/11) metering mode pattern, kopensasi eksposur 0 (nol) metering point ke awan dan langit.

FOTO A
klik foto untuk perbesar
Foto ini diambil menggunakan filter ND4 + Grad -Grey -2stop, efek grey filter menjadikan warna awan menjadi warna pink (merah muda) jadi kalo ada yang beranggapan itu hasil olahan dari digital, tebakannya belum tepat :D. Salah satu yang membuat saya senang menggunakan filter ini, adalah efek warna yang dihasilkan sangat sulit ditiru lewat software editor. Dan filter ini saya gunakan untuk mengejar perbedaan intensitas cahaya antara objek bawah dan atas yang sangat signifikan. Karena filter yang saya gunakan hanya -2stop artinya bagian gelapnya hanya bisa under 2 stop agak kesulitan menggunakan filter ini jika ingin mengambil foto seperti contoh paling atas "Golden Sea" yang langsung menghadap ke matahari, saya rasa -2 stop tidak lah cukup untuk mencapai keseimbangan yang diinginkan.
Filter: Grad-Grey & ND4

FOTO B
klik foto untuk perbesar

Sama seperti FOTO A menggunakan   filter ND4 + Grad -Grey , hanya saja digabungkan dengan teknik HDR dengan bracketing 3 exposure -2 0 +2

FOTO C

klik foto untuk perbesar
Foto ini diambil tanpa menggunakan  filter  filter ND4 + Grad -Grey

FOTO D

Foto dengan teknik HDR penggabungan dari beberapa eksposur tanpa menggunakan filter.

Yang penasaran dengan warna pink di awan, boleh download file RAWnya disini

Teknik HDR ini sendiri cendurng oversaturate dan juga proses lumansi dari software sering membuat beberapa area (terutama bagian gelap) sering muncul nois. Untuk foto HDR diatas saya lakukan beberapa koreksi di photoshop untuk menjadikanya terkesan natural. Saya sendiri sering menyebutnya "Digital Magic", keajaiban ini yang membuat beberapa orang awam selalu bertanya-tanya ini asli atau edit?

Percobaan yang mungkin hanya keisengan karena penasaran yang saya lakukan ini membuka mata saya, dari contoh 4 foto diatas dengan mengabaikan semua teknik dan esensi fotografi, ternyata dunia digital saat ini telah mengubah dunia fotografi secara dratis. Dan naif bagi saya jika seorang fotografer yang menggunakan dSLR secara mentah-mentah mengatakan saya tidak perlu software editor, atau ada beberapa yang beranggapan tidak edit lebih asyik.

Ya.. tidak edit atau teknik klasik vs teknik modern bagi saya keduanya sama kuat kalo mau menghasilkan foto yang indah, seandainya mungkin jika saya tidak menggunakan grad-grey mungkin pilihan akan berkata lain pada diskusi yang saya lemparkan.

Foto ini saya komposit dari FOTO A & C, dengan asumsi menggunakan GND bukan Grad-Grey, mungkin pilihannya akan beda ^_^.

Kesimpulan yang bisa saya dapat dari apa yang saya lempar ke halaman facebook dengan contoh keempat foto diatas, lepas dari segala esensi fotografi kebanyakan memilih foto yang enak dipandang mata, yang kesannya natural, dan itu adalah efek psikologis alami. Karena mata sudah terbiasa dengan hal yang natural.
Dan pada prinsipnya ketika sebuah foto disajikan, tidak peduli prosesnya seperti apa, penikmat hanya melihat hasil akhir, penikmat yang saya maksud ini adalah bukan praktisi fotografi, penikmat adalah mereka yang menjadi pelanggan anda (buat komersil fotografer). Beda apabila dilihat dari sisi praktisi fotografi, atau foto akan dilombakan, atau foto jurnalistik atau foto yang memiliki story khusus. Yang dilihat adalah prosesnya, mulai dari gear, waktu eksekusi sampai proses dark/light room.

Dan teknik digital saat ini, tidak dapat disangkal mulai mengikis teknik klasikal yang sebetulanya adalah esensi dasar dari ilmu fotografi itu sendiri. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan teknik digital menjadi godaan yang sulit dihindari para praktisi fotografi. Kalau masih ada yang kurang puas.. dengan opini saya bahwa Teknik Digital sekarang dalam dunia fotografi adalah merupakan keharusan...
sebaiknya jangan sampai anda ketinggalan... selain HDR sekarang juga ada teknik yang sekarang jadi trendy yaitu GREEN SCREEN PHOTOGRAPHY, dimana teknik green screen sebelumnya sudah digunakan pada proses pembuatan film

Senin, Maret 26, 2012

eMagz theMASTERpiece #1

theMASTERpiece #1 ISSUE

theMASTERpiece adalah majalah elektronik yang tujuannya untuk menjadi ruang ekspresi bagi para pencipta karya-karya agung. Hadir dalam betuk eMagz theMASTERpiece bisa dinikmati dari berbagai gadget dan komputer.

Ingin karya kamu ditampilkan di theMASTERpiece?
kunjungi fan page facebook nya di http://www.facebook.com/masterpiece.image

Jumat, Maret 09, 2012

Lomba foto Pendidikan 2012

Dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2012, Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Foto Pendidikan.

Tema Lomba Foto adalah “Menjangkau yang Tidak Terjangkau”

Kriteria Lomba:


  1. Lomba terbagi dalam 2 kategori, yaitu: a. Kategori Pelajar dan Mahasiswa  b. Kategori Umum/Wartawan/Profesiona
  2. Foto adalah karya asli dan belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba foto lain
  3. Panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari karya foto terbukti bukan karya asli dan sudah pernah dipublikasikan
  4. Foto dikirim dalam bentuk berwarna (Fullcolour) dan dibuat pada masa Januari hingga 10 April 2012
  5. Peserta maksimal mengirimkan lima karya foto dengan mencantumkan judul foto dan narasi serta  identitas lengkap peserta
  6. Karya foto dikirim melalui email: pih@kemdikbud.go.id dengan cc: lombafoto_kemdikbud@yahoo.com paling lambat tanggal 10 April 2012 pukul 23.59 WIB
  7. Foto dikirim dalam format JPG dengan dua ukuran, yaitu ukuran 1,2 Mb dengan resolusi per inci 72, dan ukuran 300 Kb dengan resolusi resolusi per inci 72
  8. Peserta Lomba bukan pegawai Kemdikbud Pusat
  9. Karya foto yang telah dikirim menjadi hak milik Kemdikbud dan akan digunakan untuk kepentingan publikasi dan sosialisasi Kemdikbud, dan tidak boleh dipublikasikan di tempat lain
  10. Hasil lomba akan diumumkan di www.kemdikbud.go.id
  11. Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

Pemenang I, II, dan III masing-masing kategori berhak atas hadiah sebesar:
Juara I      :    Rp 10.000.000     (dipotong pajak)
Juara II    :    Rp   7.500.000     (dipotong pajak)
Juara III   :    Rp   5.000.000     (dipotong pajak)

*Keterangan lebih lanjut hubungi: Anang Kusuma (0856 889 1640)

Minggu, Februari 19, 2012

Press Release: PF-PPWI Sulawesi Utara

Salam Hangat,

Kita semua merupakan seorang Citizen. Warga Dunia. Yang mempunyai kedudukan yang sama dalam hak dasar. Deklarasi Human Right PBB mengakui itu.Termasuk hak dalam mengakses dan menyampaikan informasi. Gerakan "Citizen Journalism" merupakan ejawantah dari semangat itu.

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang didirikan untuk mengakomodir semangat Citizen Journalism di Indonesia.
Dan kini setelah melewati setahun diskusi, pertimbangan, pemikiran, urung rembuk, empat orang dengan pikiran dan semangat yang sama (Andreas ETD, Stenly Mamengko, Edwin Doni Ngangi, Ronny Buol) mengembangkan semangat Citizen Journalism itu ke hal yang lebih spesifik, "Citizen Photographer Journalist"


Minggu, Oktober 30, 2011

Peduli Lingkungan lewat foto: Hunting II PF-PPWI Budaya, Wisata dan Religi [KALI, PINELENG]


Sabtu 29 oktober 2011 kembali PF-PPWI melaksanakan kegiatan hunting foto yang masih dalam rangkaian kegiatan "Peduli Lingkungan Lewat Foto" bekerja sama dengan WCS (World Conversation Society). Hunting pertama, PF-PPWI mefokuskan pada sampah di sekitar Kuala Jengki (Muara Sungai Tondano). Kali ini hunting ke-2 difokuskan pada tema budaya, keagamaan dan lokasi wisata. Lokasi yang menjadi tempat hunting adalah Taman Makam Pahlawan Imam Bonjol & Air Terjun Kali.



Pukul 06.00 peserta mulai berkumpul, satu jam kemudian setelah briefing dan perkenalan singkat dari para peserta tepat pukul 07.10 semuanya berangkat ke lokasi pertama yaitu taman makam Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol dengan jarak kurang lebih 5 km dari lokasi meeting point.
Photo: Wensi Pantouw
Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia 1772 - wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864), adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri di tahun 1803-1838.[1] Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.
Nama asli dari Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Shahab, Dia merupakan putra dari pasangan Bayanuddin (ayah) dan Hamatun (ibu). Ayahnya, Khatib Bayanuddin, merupakan seorang alim ulama yang berasal dari Sungai Rimbang, Suliki, Lima Puluh Kota. Sebagai ulama dan pemimpin masyarakat setempat, Muhammad Shahab memperoleh beberapa gelar, yaitu Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam. Tuanku nan Renceh dari Kamang, Agam sebagai salah seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan adalah yang menunjuknya sebagai Imam (pemimpin) bagi kaum Padri di Bonjol. Ia akhirnya lebih dikenal dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol
Dalam bulan Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol diundang ke Palupuh untuk berunding. Tiba di tempat itu langsung ditangkap dan dibuang ke Cianjur, Jawa Barat. Kemudian dipindahkan ke Ambon dan akhirnya ke Lotak, Minahasa, dekat Manado. Di tempat terakhir itu ia meninggal dunia pada tanggal 8 November 1864. Tuanku Imam Bonjol dimakamkan di tempat pengasingannya tersebut.


Pukul 08.30 lanjut ke lokasi meeting point 2 di desa kali sebelum menuju lokasi hunting air terjun kali, sekalian rehat beberapa menit karena lokasi hunting air terjun akan ditempuh dengan berjalan kaki jaraknya kurang lebih 1 km dari meeting point 2. Meiki Tangkuman anggota PF-PPWI menyiapkan rumahnya sebagai tempat untuk meeting point 2. Rehat selama 30 menit kemudian lanjut ke lokasi air terjun kali dengan berjalan kaki.

Serunya sepanjang peralanan menuju air terjun, banyak objek yang bisa difoto. Terutama mereka penggemar fotografi macro dan landscape tempat ini seperti surga bagi mereka.


Memasuki jalan setapak menuju Air Terjun anda akan disajikan pemandangan landscape yang indah di sisi sebelah kanan.

Pertengahan rute jalan setapak, jikalau mulai terasa letih ada bangunan yang bisa dijadikan tempat beristirahat. Sayangnya bangunan sudah tidak terawat, walau masih kokoh berdiri karena dibuat permanen, tapi kondisi  sangat kotor.


Beberapa meter kedepan menuju air terjun, ada mata air. Konon dapat langsung diminum. Jadi jika persediaan air minum sudah sedikit atau habis, wadah air minum yang dibawah bisa diisi dengan air dari mata air ini.

Akhirnya sampai juga dilokasi air terjun, tanpa banyak bicara lagi semua peserta langsung menyiapkan peralatan mereka. Saya langsung melepas sepatu, dan langsung masuk ke sungai untuk mengambil gambar air terjun.

Air terjun Kali memiliki ke unikan yaitu memiliki 2 buah air terjun dengan ketinggian 60 meter. Sangat disayangkan objek wisata ini sudah tidak terawat, bahkan terlihat sudah dilupakan dan dibiarkan. Potensi Air terjun sangatlah besar untuk menarik wisatawan baik itu internasional, nasional dan lokal. Air Terjun Kali atau Air Terjun Pineleng padahal namanya sudah tersohor di tanah air. Seperti Afni Rustam lewat Weblog nya menceritakan bahwa pada tanggal 30 Mei 2010 bersama dengan suaminya tercinta datang ke Air Terjun Kali, jauh-jauh dari pulau jawa ke Manado untuk ke air terjun kali dia begitu kecewa dengan kondisi objek wisata ini. Sempat saya baca mereka ke tempat ini tanpa buku petunjuk pariwista, sehingga menjadi pertanyaan bagi saya apakah memang benar air terjun kali sudah dihapus dari daftar objek wisata daerah? karena ada beberapa isu tempat ini sudah tidak lagi didaftarkan sebagai objek wisata.


Kalau memang isu itu benar bahwa air terjun kali sudah tidak didaftarkan lagi sebagai objek wista, saya menjadi semakin bingung lagi ketika membuka situs resmi Pemerintah Minahasa, Air Terjun Kali Pineleng masih terpampang di slide halaman utama yang nota bene Pemkab minahasa masih mempromosikan keberdaan objek wisata ini. TETAPI!!!!! kenapa tempat ini dilantarkan dan dibiarkan? tekesan bagi saya Pineleng seperti anak tiri padahal arti dari PINELENG itu sendiri = DIPILIH, lokasi Kec. Pineleng sebagai bagian dari Kabupaten Minahasa diapit oleh dua daerah tingkat II yaitu Kota Manado dan Kota Tomohon, jangkauan pun jauh lebih dekat ke Manado dan Tomohon dari pada ke Tondano yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Minahasa. Seandainya memang pemerintah tidak sanggup atau belum bisa mengelola dengan baik, cobalah tempat ini dibuka kesempatan dengan mencari investor swasta yang mau bekerja sama untuk mengelola.
Official Website Pemerintah Kabupaten Minahasa
Photo:  John Tasirin
Sangat menyedihkan saat melihat kondisi lokasi disekitar Air Terjun Kali, begitu banyak sampah, fasilitas yang tidak terawat. Padahal kalau dikelalo dengan baik tempat ini bisa menjadi primadona daerah, terutama untuk mereka pecinta fotografi tempat ini bisa menjadi salah satu spot yang wajib dikunjungi.

Di sesi terakhir acara hunting yang dilaksanakan PF-PPWI bekerja sama dengan WCS, para peserta disuguhi dengan sesi foto model dengan konsep Busana Daerah Minahasa. Beberapa peserta antusias memotret dua orang model yang sudah disiapkan, tapi banyak juga peserta lain yang tetap sibuk berburu objek macro.


Hunting dilokasi air terjun diakhiri dengan berfoto bersama semua peserta. Dan selanjutnya kembali ke meeting point 2 rumahkanya Meiki Tangkuman untuk santap bersama Tinutuan atau Bubur Manado dilanjutkan dengan diskusi "Bedah Foto" sambil minum kopi yang sudah disiapkan.
Photo by Andres Etd

Pukul 13.00 seluruh acara berakhir, dan semuanya kembali ke aktifitas masing-masing.





Link Terkait:

Senin, Juni 06, 2011

Liburan Keluarga Besar Center Stage Photography

Hari ini (kemarin 5 Juni 2011, red) keluarga besar Center Stage Photography liburan bersama ke Tomohon, lokasi yang kami singgahi antara lain: monument manguni Kinilow, Pagoda Wihara, dan Onong Palace Resort berikut beberapa photo yang bisa dinikmati yang berhasil diabadikan oleh Center Stage Photography.

Monumen Manguni, Kinilow
Patung Kura-kura, Pagoda Tomohon
mau lihat 35 Foto full HDR lainnya bisa dilihat disini

Facebook Center Stage

Minggu, April 10, 2011

Plurk@Do Gathering April 2011

Sejak tahun 2008 dideklarasikan Plurk@do masih tetap eksist walaupun kenyataannya banyak yang sudah jarang online di situs plurk.com. Plurk@do adalah komunitas pengguna microblogging plurk.com di Manado. Kemarin (9 April 2011) melaksanan gathering untuk kesekiankalinya (lihat photo-photo disini)

Seperti biasa dalam gathering selalu ada canda dan tawa, Peace, Love, Unity, Respect, Karma (PLURK).
Mau tahu lebih banyak tentang Plurk@do? Ikuti link-link berikut:

  1. 1st Gathering 2008
  2. Album 1st Gathering
  3. Facebook Group
  4. Trip to Bunaken Island
  5. Trip to Bukit Kasih Kanonang 
  6. Trip to Kora-Kora
  7. Trip to Bukit Doa Tomohon
  8. Gathering at Lavarova
  9. Gathering at foodcourt (Megamall & Mantos)
  10. Gathering at Tanahwangko

Minggu, Desember 07, 2008

Plurk Themes Template - BEBEK ANTRI -

Hasil main-main di Plurk Themes, ya ini dia Plurk Themes Template BEBEK ANTRI. Photo hasil cepretan bersama mantan pacar yang sudah jadi istri sekarang. Photo diambil di lokasi Megamall Manado pada tanggal 20 Agustus 2008 tepatnya jam 00:00 WITA (Asia/Makassar +8 GMT). Bebek yang antri, adalah sepeda air untuk rekreasi keluarga. Malam itu sudah tidak beroperasi jadi diparkir berderet. Lucu.... ditambah lagi air laut yang tenang membuat saya tertarik untuk mengabadikannya. Menggunakan PocketCam Canon PowerShot A60, F/2.8 speed 10sec Focus Length 5mm, setelah beberapa kali shoot akhirnya hanya satu yang hasilnya lumayan. Contoh Themes disini. Install Themes disini. Beberapa ciri khasnya (lihat gambar diatas yang diberi lingkar merah), diantaranya; Custom Loading (Shinchan Animasi), Vertical Time Bar (Felix Animasi), Icon Timeline hampir semua full customize, hanya saja bagian dash board belum sempat diutak-atik. Yang ingincoba silahkan lihat link berikut :

Senin, November 10, 2008

Gathering Plurker Manado v1.0 - DetikINET Release

DetikINET Release 15 Nov 2008 Plurkers Manado Kumpul Penuh Canda

PLURK - Peace, Love, Unity, Respect, Karma. Yes! itulah suasana yang tercipta Sabtu sore, 08 November 2008 kemarin di restoran Solaria - Manado Town Square. Gathering yang menelurkan komunitas Plurker Manado *disingkat PLURKADO (doh)*, sebuah komunitas tanpa ketua hanya anggota semua hahaha.

Beberapa anggota PLURKADO memang telah saling mengenal sebelumnya *lewat situs social network di internet lainnya atau teman sekolah dulu, teman kantor dll*, tapi ada juga yang baru saling kenal di plurk dan ketemuan untuk pertama kalinya pada gathering ini. Inti dari gathering ini sebenarnya tidak ada, emm.. sebenarnya ada, yaitu kumpul-kumpul, makan, foto-foto, jadikan foto-foto ini emoticon di plurk hahaha… yes! just for fun, melepaskan stress dari kegiatan sehari-hari.

Berikut nama-nama (id-plurk) yang hadir/sempat singgah pada gathering di Manado Town Square sabtu lalu (urutan dalam alfabet):

binyolos, ELDRIGE, gocap, GrayBack, hikari86, Honel, ipen, jejhe, lannie, natasye, onl, Pekhow, prz, rumy, screamot, sharren, simplydelizious, toxx, tyrex, wsfr, yesigrace

Foto-foto :

Plurker Manado

Plurker Manado

Plurker Manado

Plurker Manado

Plurker Manado

Plurker Manado

Plurker Manado

Plurker Manado

Plurker Manado

Plurk (rock)

Plurk (rock)

@sharren & @natasye

@sharren & @natasye

@natasye & @tyrex

@natasye & @tyrex

@jejhe & @toxx

@jejhe & @toxx

@hikari86, @rumy, @Honel

@hikari86, @rumy, @Honel

Demikian Gathering PLURKADO v1.0. Foto-foto selengkapnya dapat dilihat disini

PHP Google Drive

https://g.co/gemini/share/4ec33b801d4a   Tentu, saya akan membantu Anda membuat kode PHP menggunakan Composer untuk melakukan sinkronisasi (...