Tampilkan postingan dengan label Komplain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komplain. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 07, 2012

Classical vs Modern

5 April 2012, rencananya saya mau hunting sunset teluk Manado disekitaran kompleks Megamas sayangnya kondisi cuaca hari itu mengecewakan. Diufuk barat ada awan tebal menutupi lintasan matahari terbenam.

Foto diatas saya ambil dengan menggunakan kamera Canon 500D lensa Canon EF-S 10-22mm, dengan teknik bracketing manual pada 5 eksposure yang berbeda. Digabung dengan menggunakan software photomatix dan adobe photoshop. Alasan kenapa saya menggunakan teknik ini (modren teknik) karena kondisi saat itu jika dengan teknik klasik rasanya hasil akhir akan kurang memuaskan.
klik untuk perbesar
Gambar diatas adalah printscreen dari foto-foto yang ada di memory pada waktu pengambilan foto sunset 5 April 2012, file CR2 adalah singkatan dari Canon RAW versi 2, RAW adalah digital negative ibarat negative film pada kamera analog. Dengan kata lain file RAW belum mengalami proses apapun dari software.

Dari gambar screen shoot diatas bagian yang saya tandai dengan border berwarna merah adalah hasil foto "Golden Sea" yang saya anggap eksposurnya paling pas dibanding 5 foto lainnya. Ini hasil editinya
Komposing dengan Photoshop CS4
Level, Curve, Colour Balance  (shift blue), Brightness Contrast
Sebelum di Edit dengan Photoshop, RAW to JPG 
Sekilas tidak ada perbedaan yang jauh antara foto menggunakan teknik HDR dengan yang tidak setelah lewat hasil edit di photoshop. Tapi kalau perhatikan dengan seksama ada hal-hal detil yang terlihat pada foto HDR seperti awan, range cahaya dan warna juga lebih luas.
HDR Teknik
Classic Teknik

Rasa penasaran saya mendengar diskusi dari berbagai komunitas fotografi mengenai idelisme atau mungkin saya sendiri lebih berkesimpulan dengan isitilah "fanatisme", mengenai teknik konvensional (klasik) dan teknik digital (modern) yang selalu berpendapat bahwa yang klasik lebih mempunyai "skill fotografi" dan yang digital lebih mempunyai "nilai komersil". Tergerak untuk melakukan uji lapangan, kemudian saya lemparkan lewat diskusi online di facebook yang melibatkan praktisi fotografi (fotografer) dan para penikmat foto (bukan fotografer). Kekecewaan saya pada diskusi ini, para penikmat foto sudah takut memberikan pendapat mereka karena para praktisi fotografi sudah mengeluarkan bahasa "planet" dunia fotografi. Mengesampingkan tujuan yang sudah keluar jalur dari maksud tujuan diskusi itu sendiri, disisi lain saya senang karena diskusinya menarik perhatian di kalangan para komunitas fotografer.


Dari mata seorang fotografer, foto diatas secara teknis dari esensi fotografi masih banyak kekurangan baik itu masalah komposisi, exposure, colouring. Dari kacamata bukan fotografer yang tidak tahu persis tentang "ilmu" fotografi pasti akan pilih "D". Dan prediksi saya didiskusi itu akan banyak memilih "D" dengan alasan yg hampir sama "Enak dilihat". Didiskusi it

Teknologi sekarang membuat ilmu fotografi jauh lebih mudah dipelajari, tidak seperti dulu zaman analog, minimal harus punya lightmeter.. susahnya kalo saya yg genrenya landscape lightmeter hampir tidak bisa digunakan.. triknya ... capture normal exposure, under -1  dan over +1 (sesuai metering yg saya rasa pas) nanti di darkroom baru pilih yg pas wakakaka jadinya "BOROS film"

Selanjutnya kehadiran teknik komposing HDR yg belakangan jadi trend mulai menggoda saya untuk mencobanya, dulu sempat mempertahankan menggunakan teknik GND.. tapi godaan tingkat akurat dari komposing digital membuat saya mulai menggunakan teknik ini sampai sakarang. Walaupun ada yg komplain dan berpendapat "ahh masih lebih asyik yang natural" maksudnya mungkin bukan HDR, saya juga suka yang natural. Foto diatas sengaja disajikan dgn teknik seadanya dan tergesa-gesa. Alasannya supaya tidak mempengaruhi penilaian kategori "indah" yg ingin dicapai dari penyajian 4 foto ini. Padahal yang seharusnya ini bukan gaya seorang fotografer landscape... karena fotografer landscape harus lebih sabar... sabar menunggu cahaya yang pas, sabar menunggu posisi focal point yang tepat untuk memperkuat komposisi.

Foto A & C bukan foto HDR, proses digital hanya sebatas contrast/britgness, sedangkan foto B & C adalah foto HDR penggabungan 3 eksposure menggunakan software photomatix. Keempat foto tersebut tidak dilakukan manipulasi warna, lewat photoshop semua di koreksi hanya sebatas contrast & brigntess, agar adil saya merecord proses editing ke photoshop action agar bisa digunakan juga pada foto yang lain dengan step dan rasio editng yang sama pada keempat foto. Dan semua foto saya ambil menggunakan kamera Canon 500D lensa EF-S 10-22mm USM, agar adil juga saya menggunakan tripod + shutter release dan menggunakan mode Aperture Priority ( f/11) metering mode pattern, kopensasi eksposur 0 (nol) metering point ke awan dan langit.

FOTO A
klik foto untuk perbesar
Foto ini diambil menggunakan filter ND4 + Grad -Grey -2stop, efek grey filter menjadikan warna awan menjadi warna pink (merah muda) jadi kalo ada yang beranggapan itu hasil olahan dari digital, tebakannya belum tepat :D. Salah satu yang membuat saya senang menggunakan filter ini, adalah efek warna yang dihasilkan sangat sulit ditiru lewat software editor. Dan filter ini saya gunakan untuk mengejar perbedaan intensitas cahaya antara objek bawah dan atas yang sangat signifikan. Karena filter yang saya gunakan hanya -2stop artinya bagian gelapnya hanya bisa under 2 stop agak kesulitan menggunakan filter ini jika ingin mengambil foto seperti contoh paling atas "Golden Sea" yang langsung menghadap ke matahari, saya rasa -2 stop tidak lah cukup untuk mencapai keseimbangan yang diinginkan.
Filter: Grad-Grey & ND4

FOTO B
klik foto untuk perbesar

Sama seperti FOTO A menggunakan   filter ND4 + Grad -Grey , hanya saja digabungkan dengan teknik HDR dengan bracketing 3 exposure -2 0 +2

FOTO C

klik foto untuk perbesar
Foto ini diambil tanpa menggunakan  filter  filter ND4 + Grad -Grey

FOTO D

Foto dengan teknik HDR penggabungan dari beberapa eksposur tanpa menggunakan filter.

Yang penasaran dengan warna pink di awan, boleh download file RAWnya disini

Teknik HDR ini sendiri cendurng oversaturate dan juga proses lumansi dari software sering membuat beberapa area (terutama bagian gelap) sering muncul nois. Untuk foto HDR diatas saya lakukan beberapa koreksi di photoshop untuk menjadikanya terkesan natural. Saya sendiri sering menyebutnya "Digital Magic", keajaiban ini yang membuat beberapa orang awam selalu bertanya-tanya ini asli atau edit?

Percobaan yang mungkin hanya keisengan karena penasaran yang saya lakukan ini membuka mata saya, dari contoh 4 foto diatas dengan mengabaikan semua teknik dan esensi fotografi, ternyata dunia digital saat ini telah mengubah dunia fotografi secara dratis. Dan naif bagi saya jika seorang fotografer yang menggunakan dSLR secara mentah-mentah mengatakan saya tidak perlu software editor, atau ada beberapa yang beranggapan tidak edit lebih asyik.

Ya.. tidak edit atau teknik klasik vs teknik modern bagi saya keduanya sama kuat kalo mau menghasilkan foto yang indah, seandainya mungkin jika saya tidak menggunakan grad-grey mungkin pilihan akan berkata lain pada diskusi yang saya lemparkan.

Foto ini saya komposit dari FOTO A & C, dengan asumsi menggunakan GND bukan Grad-Grey, mungkin pilihannya akan beda ^_^.

Kesimpulan yang bisa saya dapat dari apa yang saya lempar ke halaman facebook dengan contoh keempat foto diatas, lepas dari segala esensi fotografi kebanyakan memilih foto yang enak dipandang mata, yang kesannya natural, dan itu adalah efek psikologis alami. Karena mata sudah terbiasa dengan hal yang natural.
Dan pada prinsipnya ketika sebuah foto disajikan, tidak peduli prosesnya seperti apa, penikmat hanya melihat hasil akhir, penikmat yang saya maksud ini adalah bukan praktisi fotografi, penikmat adalah mereka yang menjadi pelanggan anda (buat komersil fotografer). Beda apabila dilihat dari sisi praktisi fotografi, atau foto akan dilombakan, atau foto jurnalistik atau foto yang memiliki story khusus. Yang dilihat adalah prosesnya, mulai dari gear, waktu eksekusi sampai proses dark/light room.

Dan teknik digital saat ini, tidak dapat disangkal mulai mengikis teknik klasikal yang sebetulanya adalah esensi dasar dari ilmu fotografi itu sendiri. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan teknik digital menjadi godaan yang sulit dihindari para praktisi fotografi. Kalau masih ada yang kurang puas.. dengan opini saya bahwa Teknik Digital sekarang dalam dunia fotografi adalah merupakan keharusan...
sebaiknya jangan sampai anda ketinggalan... selain HDR sekarang juga ada teknik yang sekarang jadi trendy yaitu GREEN SCREEN PHOTOGRAPHY, dimana teknik green screen sebelumnya sudah digunakan pada proses pembuatan film

Rabu, Februari 29, 2012

Sunset Journey: Selamat Laut Manado

kan
Seandainya sampah-sampah ini dibuang pada tempatnya, tempat ini pasti sangat indah.

Apakah ini wajah pantai Indonesia??padahal kita bisa manfaatkan pantai untuk pariwisata dan untuk pemasukan buat indonesia??

Minggu, Oktober 30, 2011

Peduli Lingkungan lewat foto: Hunting II PF-PPWI Budaya, Wisata dan Religi [KALI, PINELENG]


Sabtu 29 oktober 2011 kembali PF-PPWI melaksanakan kegiatan hunting foto yang masih dalam rangkaian kegiatan "Peduli Lingkungan Lewat Foto" bekerja sama dengan WCS (World Conversation Society). Hunting pertama, PF-PPWI mefokuskan pada sampah di sekitar Kuala Jengki (Muara Sungai Tondano). Kali ini hunting ke-2 difokuskan pada tema budaya, keagamaan dan lokasi wisata. Lokasi yang menjadi tempat hunting adalah Taman Makam Pahlawan Imam Bonjol & Air Terjun Kali.



Pukul 06.00 peserta mulai berkumpul, satu jam kemudian setelah briefing dan perkenalan singkat dari para peserta tepat pukul 07.10 semuanya berangkat ke lokasi pertama yaitu taman makam Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol dengan jarak kurang lebih 5 km dari lokasi meeting point.
Photo: Wensi Pantouw
Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia 1772 - wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864), adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri di tahun 1803-1838.[1] Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.
Nama asli dari Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Shahab, Dia merupakan putra dari pasangan Bayanuddin (ayah) dan Hamatun (ibu). Ayahnya, Khatib Bayanuddin, merupakan seorang alim ulama yang berasal dari Sungai Rimbang, Suliki, Lima Puluh Kota. Sebagai ulama dan pemimpin masyarakat setempat, Muhammad Shahab memperoleh beberapa gelar, yaitu Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam. Tuanku nan Renceh dari Kamang, Agam sebagai salah seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan adalah yang menunjuknya sebagai Imam (pemimpin) bagi kaum Padri di Bonjol. Ia akhirnya lebih dikenal dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol
Dalam bulan Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol diundang ke Palupuh untuk berunding. Tiba di tempat itu langsung ditangkap dan dibuang ke Cianjur, Jawa Barat. Kemudian dipindahkan ke Ambon dan akhirnya ke Lotak, Minahasa, dekat Manado. Di tempat terakhir itu ia meninggal dunia pada tanggal 8 November 1864. Tuanku Imam Bonjol dimakamkan di tempat pengasingannya tersebut.


Pukul 08.30 lanjut ke lokasi meeting point 2 di desa kali sebelum menuju lokasi hunting air terjun kali, sekalian rehat beberapa menit karena lokasi hunting air terjun akan ditempuh dengan berjalan kaki jaraknya kurang lebih 1 km dari meeting point 2. Meiki Tangkuman anggota PF-PPWI menyiapkan rumahnya sebagai tempat untuk meeting point 2. Rehat selama 30 menit kemudian lanjut ke lokasi air terjun kali dengan berjalan kaki.

Serunya sepanjang peralanan menuju air terjun, banyak objek yang bisa difoto. Terutama mereka penggemar fotografi macro dan landscape tempat ini seperti surga bagi mereka.


Memasuki jalan setapak menuju Air Terjun anda akan disajikan pemandangan landscape yang indah di sisi sebelah kanan.

Pertengahan rute jalan setapak, jikalau mulai terasa letih ada bangunan yang bisa dijadikan tempat beristirahat. Sayangnya bangunan sudah tidak terawat, walau masih kokoh berdiri karena dibuat permanen, tapi kondisi  sangat kotor.


Beberapa meter kedepan menuju air terjun, ada mata air. Konon dapat langsung diminum. Jadi jika persediaan air minum sudah sedikit atau habis, wadah air minum yang dibawah bisa diisi dengan air dari mata air ini.

Akhirnya sampai juga dilokasi air terjun, tanpa banyak bicara lagi semua peserta langsung menyiapkan peralatan mereka. Saya langsung melepas sepatu, dan langsung masuk ke sungai untuk mengambil gambar air terjun.

Air terjun Kali memiliki ke unikan yaitu memiliki 2 buah air terjun dengan ketinggian 60 meter. Sangat disayangkan objek wisata ini sudah tidak terawat, bahkan terlihat sudah dilupakan dan dibiarkan. Potensi Air terjun sangatlah besar untuk menarik wisatawan baik itu internasional, nasional dan lokal. Air Terjun Kali atau Air Terjun Pineleng padahal namanya sudah tersohor di tanah air. Seperti Afni Rustam lewat Weblog nya menceritakan bahwa pada tanggal 30 Mei 2010 bersama dengan suaminya tercinta datang ke Air Terjun Kali, jauh-jauh dari pulau jawa ke Manado untuk ke air terjun kali dia begitu kecewa dengan kondisi objek wisata ini. Sempat saya baca mereka ke tempat ini tanpa buku petunjuk pariwista, sehingga menjadi pertanyaan bagi saya apakah memang benar air terjun kali sudah dihapus dari daftar objek wisata daerah? karena ada beberapa isu tempat ini sudah tidak lagi didaftarkan sebagai objek wisata.


Kalau memang isu itu benar bahwa air terjun kali sudah tidak didaftarkan lagi sebagai objek wista, saya menjadi semakin bingung lagi ketika membuka situs resmi Pemerintah Minahasa, Air Terjun Kali Pineleng masih terpampang di slide halaman utama yang nota bene Pemkab minahasa masih mempromosikan keberdaan objek wisata ini. TETAPI!!!!! kenapa tempat ini dilantarkan dan dibiarkan? tekesan bagi saya Pineleng seperti anak tiri padahal arti dari PINELENG itu sendiri = DIPILIH, lokasi Kec. Pineleng sebagai bagian dari Kabupaten Minahasa diapit oleh dua daerah tingkat II yaitu Kota Manado dan Kota Tomohon, jangkauan pun jauh lebih dekat ke Manado dan Tomohon dari pada ke Tondano yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Minahasa. Seandainya memang pemerintah tidak sanggup atau belum bisa mengelola dengan baik, cobalah tempat ini dibuka kesempatan dengan mencari investor swasta yang mau bekerja sama untuk mengelola.
Official Website Pemerintah Kabupaten Minahasa
Photo:  John Tasirin
Sangat menyedihkan saat melihat kondisi lokasi disekitar Air Terjun Kali, begitu banyak sampah, fasilitas yang tidak terawat. Padahal kalau dikelalo dengan baik tempat ini bisa menjadi primadona daerah, terutama untuk mereka pecinta fotografi tempat ini bisa menjadi salah satu spot yang wajib dikunjungi.

Di sesi terakhir acara hunting yang dilaksanakan PF-PPWI bekerja sama dengan WCS, para peserta disuguhi dengan sesi foto model dengan konsep Busana Daerah Minahasa. Beberapa peserta antusias memotret dua orang model yang sudah disiapkan, tapi banyak juga peserta lain yang tetap sibuk berburu objek macro.


Hunting dilokasi air terjun diakhiri dengan berfoto bersama semua peserta. Dan selanjutnya kembali ke meeting point 2 rumahkanya Meiki Tangkuman untuk santap bersama Tinutuan atau Bubur Manado dilanjutkan dengan diskusi "Bedah Foto" sambil minum kopi yang sudah disiapkan.
Photo by Andres Etd

Pukul 13.00 seluruh acara berakhir, dan semuanya kembali ke aktifitas masing-masing.





Link Terkait:

Jumat, Februari 12, 2010

Pelayanan Services Pengusaha Lokal Indonesia (khususnya Manado) sungguh memprihatinkan

Hari ini jumat 12 Februari 2010, saat jam makan siang saya mencoba memesan makanan di Rumah Makan Padang yang lokasi nya di Jl. Martadinata Paal 2 Manado tepatnya samping Delear Honda Martadinata Manado. Kebetulan karena saya pernah membaca bahwa pesanan dapat di antar jadi saya pun coba untuk memesan dan diminta untuk diantar. Dan saya pun menelopon untuk memesan: Saya: "Slamat siang, bisa pesan antar" RMP: "Tunggu sebentar ya pak..." selang beberapa detik dijawab oleh orang lain.... RMP: "Brapa banyak pak?" Saya: "Cuman Satu, buat saya sendiri" RMP: "Lokasi nya dimana pak?" Saya: "Didepan pak, di warnet" (Sebetulnya pesanan saya buat istri saya yang kerja di warnet tepat RM Padang tersebut, berhubung pekerjaan tidak bisa di tinggal ya karena istri saya adalah operator billing dan hari itu kebetulan jaga sendiri) RMP: "Pak ambil sendiri aja pak, tidak ada yg bisa mengantar" Saya: "Loh saya juga tidak bisa, kalau bisa buat apa pesan antar" RMP: "Ya sudah kalo bagitu" (Dalam dialek manado "SUDAH JO NO") dan telepon langsung di tutup. Saya merasa di "maki" dengan dialek manado yang terdengar, apalagi intonasinya tidak sopan. Sungguh menyedihkan.... sudah berani membuka services pesan antar tapi tidak sanggup melakukan.. Karena kesal, saya pun coba memesan ke 14022 aka KFC :D KFC : "Selamat Siang, ada yang bisa di bantu" Saya: "Mbak, saya mau pesan antar paket apa aja yang bisa di antar" KFC: "Semua bisa di pesan antar pak, tidak ada batas minimal pembelanjaan, bapak cuman membayar ongkos delivery sebesar delapan ribu delapan ratus rupiah" ..... setelah dijelaskan daftar menu... Saya: "Kalo begitu saya pesan combo hitlist 2 aja mbak" KFC: "OK totalnya 24300 rupiah sudah termasuk ppn dan ongkos antarnya pak" Saya: "OK mbak saya pesan itu aja" selanjutnya KFC menanyakan alamat untuk delivery... Perbandingan layanan yang dratis.... oklah kalo ada yang berpendapat KFC kan sudah sekelas Nasional dan Bahkan International hihihii ... pendapat itu saya setuju... kalo RM Padang kan baru sekelas kota (atau Nasional kalee cuma ownernya & managemen beda) iya bener juga.... Kalo pemikiran cuman sampe segitu ... KAPAN KITA MO MAJU, kapan kita mau berkembang misalnya seperti KFC ... kalo begini terus... siap ekonomi kita di jajah negara lain. KFC, Strabuck, J.CO, dl... hmmmmm tidak sadarkah kita?? uang kita mengalir ke negara lain.. sunggu dilema bagaimana kita mau mencintai produk dan layanan anak bangsa kalo kualitas saja susah bersaing Semoga ini jadi pelajaran .... dan rasa lapar saya hilang gara2 Rumah Makan Padang Jl. Martadinata ... Sucks!!!!

Rabu, Desember 02, 2009

Lagi-lagi Perusahaan Lilin Negara unjuk gigi. http://stieven.glowciptamedia.com

Hari ke-2 di lamongan, jawa timur listrik padam. Kamar di hotel hanya di terangi lilin. Benar-benar parah PLN indonesia. Jawa, Sumatra Sulawesi dimana tepat saya sedang tugas pasti ada saja pemadaman listrik.

Seharusnya masalah listrik ini harus segera diatasi mengingat jaman sekarang listrik sudah merupakan kebutuhan primer. Dan lagi kalau ini terus berlangsung bisa membuat para investor enggan berinvestasi. Ekonomi negara bakalan terganggu.

------
Stieven K.
from mobile

Sabtu, Agustus 22, 2009

Kecewa dengan Layanan Dealer Resmi Yamaha YACS 27016

Kamis 20 Agustus 2009 pukul 08.00 WITA saya siap berangkat ke tempat servis sepeda motor Yamaha, setelah hari sebelumnya (kemarin 19 Agustus 2009) ada masalah pada kondisi sepeda motor saya. Sepeda motor saya adalah Yamaha Nouvo dengan kode STNK Type Yamaha 5MX dan Nomor mesin 5MX000908 Nomor Rangka MH35MX0012K001466. Sepeda motor saya memiliki masalah pada saat akan di jalankan, dimana pada kondisi stationer kita tuas gas di tarik perlahan-lahan (siap-siap jalan) motor terasa akan melompat, persis seperti pada sepeda motor dengan manual kopling yang koplingnya di lepas tiba-tiba motor pasti akan melompat. Bagi saya ini sangat tidak wajar untuk motor matic. Berangkatlah saya ke tempat service Yamaha di Jl. Sam Ratulangi Manado (tepat di depan Gereja Paulus Manado) dengan Nomor Delear YACS 27016 yang merupakan service point resmi dari Yamaha. Setiba di sana saya pun menyampaikan keluhan saya tentang kondisi motor, sebelum di perbaiki sempat di starter oleh mekanik bengkel untuk melihat kondisi yang saya keluhkan. Saya pun mendapat nomor antrian 5 (lima). Tibalah giliran saya untuk di layani dan saya menyampaikan bahwa motor saya juga mengalami masalah pada sistem listrik, klaksonnya tidak bunyi sempurnya. Setelah di periksa, mekanik bengkel (saya lupa namanya) menyampaikan agar saya membeli air accu di toko sebelah karena battrei nya sudah hampir kering
pertanyaan saya koq bengkel tidak menyediakan air accu ? padahal ini air accu salah satu kebutuhan yang paling sering di cari. Kenapa tidak one-stop service? mengapa saya harus repot-repot nyari ke toko lain ? Kalau tau air accunya tidak ada mending saya isi langsung di toko yang di sebutkan biayanya lebih murah.. tapi sebetulnya bukan masalah biayanya tapi layanannya koq seperti itu... capek-capek saya bawa ke bengkel resmi yamaha tapi perlakuan layanan seperti bengkel pinggir jalannya.
ok itu baru permulaan, sekembalinya saya dari membeli air accu.. saya melihat ada sesuatu yang menjanggal... kenapa motor saya mulai di ketok-ketok dengan palu? saya menghampiri mekaniks sambil menyerahkan air accu yang saya beli. Mekanik itu menyampaikan bahwa Oil Seals saya yang bocor sampai motor saya dalam kondisi seperti yang saya keluhkan. Saya cuma menyahut "Oh... gitu..." ya karena saya tidak mengerti tentang mesin kendaraan. Saya pun keluar sebentar untuk merokok, belum sebatang rokok saya hisap tiba-tiba sang mekanik menghampiri saya bahwa oil seals yang belakangan saya tahu Nomor Parts nya adalah 93101-2170 atau pada Katalog parts Yamaha Nouvo Halaman 16 No. 12 katanya rusak dan harus di ganti. beginilah kondisi Oil Seals sesudah di lepaskan (lihat gambar atas), gambar bagian bawah adalah oil seals yamaha mio yang ukurannya lebih kecil. Daerah yang di lingkar merah adalah lokasi oil seals yang di lepaskan. Dan kembali saya di suruh untuk mencari parts tersebut sebab bengkel tidak tersedia parts tersebut. Pertama yang muncul dalam benak saya... kenapa pihak bengkel tidak telepon aja ke delear lain atau kantor pusat untuk menanyakan apakah parts tersebut tersedia. Kenapa harus saya yang keliling cari parts tersebut... saya pun bertanya-tanya sendiri apakah ini bengkel resmi yamaha atau bukan ? Sungguh aneh... saat itu motor saya dalam kondisi sedang diperbaiki dan tidak bisa jalan lagi karena sudah di bongkar... saya malah di suruh cari parts yang seharusnya disediakan pihak bengkel bagi saya, benar-benar tidak sopan... minimal dipinjamkan kendaraan pengganti. Karena ingin cepat selesai saya menelepon teman saya untuk menjemput saya dan mencari oil seals tadi. Dari informasi teman-teman setelah saya tanya-tanya, mereka menyarankan saya mencari ke delear Yamaha yang beralamatkan Jl. Sudirman Komo Manado. Saya segera kesana, dan setelah sampai saya mendapat layanan yang kurang menyenangkan. Saat tidak di depan counter tidak ada petugas satu pun, selang 5 menit muncul satu petugas dan menanyakan "bapak ada perlu apa" saya bilang saya ingin cari parts oil seals untuk nouvo, petugas tersebut bilang, "loh pak kalau parts sepeda motor bapak harus tanya ke orang yang tadi di samping bapak". Saat mendengar respons itu saya langsung marah, "Eh.. mana saya tahu kalau dia petugas disini, harusnya kalau dia memang petugas disini, dia harus duduk di balik counter itu (saya menunjuk counter) atau minimal menyapa saya menanyakan apa yang bisa dibantu". Selang beberapa menit akhirnya saya baru dilayani, dan saya kembali di suruh untuk ke Delear yang lain yang ada di Jl. Wolter Mongisidi Malalayang Manado.
Dari Delear Jl. Sam Ratulangi ke Delear Jl. Sudirman kurang lebih ada 30 mnt - 45 mnt dengan kendaraan umum atau 20mnt dengan sepeda motor (saya tidak akan menghitung jarak karena saya lebih menghargai waktu, sebab pekerjaan saya semua dibayar sesuai waktu kerja) dan dari Delear Jl. Sudirman ke Jl. Wolter Mongisidi Malalayang, saya harus melewati kembali Delear Jl. Sam Ratulangi yang jaraknya bisa mencapai 90 menit dengan kendaraan umum. Untung saja saya dipinjamkan motor dari teman.
Sampai di Delear malalayang saya disuruh tunggu sampai istirhat makan siang 13.30 baru bisa membeli parts yang saya cari, padahal saya sampai belum jam 12.00 (kira-kira baru 11.55) saya pun semakin jengkel.. apalagi bisa-bisa sampai 13.30 padahal saya sendiri belum makan dari pagi dan sesudah itu harus kembali ke Delear Jl. Sam Ratulangi itu pun kalo partsnya ada. Dengan kesal saya kembali ke Delaer Jl. Sam Ratulangi tempat saya dimana motor saya service, karena sudah emosi dan capek saya komplain ke Bengkel tersebut, saya mengatakan bagaimana tanggung jawab dari bengkel.. saya sudah keliling-keliling (oh ya di perjalanan saya juga sempat mampir di toko-toko yang parts sepeda motor untuk menanyakan oil seals nouvo tapi semua yang saya singgah tidak ada yang menjualnya) tapi tidak menemukan oil seals yang rusak (saya menunjukan kondisi oil seals seperti yg ada di gambar diatas. Saya mulai menanyakan pada pihak apakah memang cara melepaskannya harus sampai rusak seperti itu ? saya datang dengan kondisi motor masih bisa jalan. Sekarang sudah tidak bisa jalan. Dan parts sudah di rusakkan (di bongkar secara paksa) padahal bengkel tidak menyediakan parts tersebut, dan lagi tidak di konfirmasikan ke saya apakah itu benar-benar rusak ? ketika saya tau kondisi oil seals sudah dalam kondisi seperti ini. Saat menyampaikan saya memang sudah dengan nada yang tinggi karena emosi sudah mulai naik, waktu saya sudah terbuang banyak dan kecapeaan apalagi belum makan dari pagi saat itu dah hampir pukul 13.00 sedangkan mekanik bengkel saat itu sedang istirahat makan siang. Sungguh Ironi..... Tiba-tiba saya di sapa oleh seorang bapak yang belakang saya tahu adalah Manager Bengkel, saya pun menyampaikan keluhan saya, respons dari managernya mengatakan... "loh pak motor bapak kan masih di perbaiki... kenapa harus komplain... harusnya komplain kalau bapak sudah keluar bengkel dan tiba-tiba motor mogok bapak bisa komplain ke kita" Walau dalam kondisi marah... saya tertawa sendiri... sungguh lucu... apalagi saat Managernya memberikan contoh, katanya "ini kan seperti bapak ke dokter, perlu ada pemeriksaan dulu baru di kasih resep...." HAUHAUHAUHAUHAUHAUHAUHAUAHUAHUAHUAHUAHAUHA saat itu juga saya tersenyum tapi dalam hati saya tertawa terbahak-bahak... BAPAK MANAGER YANG BODOHHHHHHHHHH!!! perlu di tekankankannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn : saat menyampaikan yang saya mark BOLD sang manager menyampaikan juga dengan nada yang tidak bersahabat, tidak ramah bahkan sama tinggi dengan ketika saya komplain sebelum itu, seperti menentang saya dan ingin menekankan bahwa saya salah... Ok lah saya akui prilaku sikap dan nada penyampaian salah... tapi sebagai seorang customer saya berhak komplain protes... ataupun marah-marah .... loh koq sekarang malah customer yang kena marah.... dan yang bikin saya tertawa.... dengan kata-kata manager ... berarti kondisi motor saya saya ibaratkan... "Selama dalam perawatan dokter kita diam saja, nanti kalau pasiennya meninggal baru kita komplain" seperti itukan yang Manager Delaer Yamaha YACS 27016 maksudkan ????? Selang beberapa menit kemudian muncul mekanik yang mengerjakan motor saya, dia juga protes ke saya.. katanya : "Jadi bapak menyalahkan saya ???" semakin anehhhh banyak orang yang tidak mau menyadari kesalahan mereka... sang mekanik memberikan argumen, bahwa memang untuk mengeluarkan Oil Seals tersebut pasti akan jadi seperti itu (seperti yang ada di gambar). Saya pun semakin bertanya-tanya ... sungguhkan ini delear resmi Yamaha ???? kenapa tidak ada bedanya dengan bengkel pinggir jalan ???? mekanil yang lain menghampiri saya dan berkata : "Pak, itu (oil seals) jadi seperti karena kita dia punya special tools untuk membuka oil seals itu". Mungkin itu argumen yang lebih bisa di terima di banding argumen sebelumnya ... saat itu juga saya langsung meresponse.... kalau begitu ... jangan pasang Brand YAMAHA kalau tidak memiliki special tools... karena cara kerjanya tidak ada beda dengan bengkel pinggir jalan... bahkan mungkin kalau cara kerja seperti ini masih bengkel pinggir jalan jauh lebih bagus. Pukul 13.30 saya langsung ke Delear Jl. Wolter Mongisidi untuk membeli parts oil seals, saya pun bermaksud membeli V-Belt. Dan yang terjadi... V-Belt ada tapi Oil Seals tidak ada. Dan akhirnya setelah keliling di toko-toko kecil (saat itu sudah hampir pukul 16.00 dan saya belum makan sama sekali) akhirnya dapat satu oil seals walaupun dengan tidak sama persis tapi menurut mekanik masih bisa digunakan (Nomor yang tertera di Oil Seals yang rusak 22 3 7 dan yang di pasang sekarang 22 3 6), setelah di pasang begitupun V-Belt sudah di ganti dengan baru menurut mekanik dan pihak bengkel motor sudah bisa digunakan... benar memang bisa digunakan... APAKAH MASALAH YANG SALAH KELUHKAN DI AWAL SUDAH BERES ??? TIDAKKKKK!!!! KONDISI MOTOR SAYA MASIH SEPERTI SEBELUM MASUK BENGKEL MOTOR MASIH TERASA AKAN MELOMPAT SAAT DARI POSISI DIAM DAN TUAS GAS DI TARIK PERLAHAN... ketika saya konfirmasikan ke mekanik bengkel.. katanya ... pak itu normal tanpa meresponse saya langsung keluar bengkel menuju ke bengkel yang lain. NORMAL GIMANA ? sebelumnya motor saya tidak seperti itu, dan motor yang di pinjamkan teman saya saat mencari parts juga adalah Yamaha Nouvo tidak demikian.... Dan kemarin 21 Agustus 2009, ketika saya tanyakan ke bengkel dimana motor saya sekarang sedang diperbaiki menurut mekaniknya, yang menyebabkan motor saya seperti yang saya keluhkan bukan oil seals.. tapi komponen yang lain kemungkinan roller atau belt (tapi belt sudah saya ganti yang baru kan ?) saya kurang mengerti dengan roller yang di maksud... Moga-moga pengalaman ini bisa berguna bagi yang lain... jika anda ingin memperbaiki kendaraan anda.. pastikan dulu parts yang akan di ganti benar-benar tersedia, kecuali memang kondisi kendaraan sudah tidak bisa jalan sama sekali Dan Ibarat memilih "dokter" jangan pilih dokter yang mendiagnosa tanpa analisa... jangan biarkan dokter menyuntik anda sebelum tau pasti penyakit anda... konsultasikan dengan dokter lain mengenai penyakit anda. Plurk@do Community Response : http://www.plurk.com/p/1ox65y

Minggu, Maret 29, 2009

Timebase vs Quotabase

Hari ini ada yang tanya mengenai gimana sih saya harus memilih paket internet? Timebase atau Quotabase? OK disini saya share untuk produk Telkom Speedy Paket Internet Telkom Speedy Personal perhitungan tagihan dibagi dua pilihan : 1. Time Base 2. Quota Base Untuk Time Base dihitung berdasarkan tagihan seperti telkomnet instan Rp. 165/menit Untuk Quota Base dihitung berdasarkan jumlah pemakaian upload+download Rp. 200,000/bln untuk Quota 1GByte kelebihannya Rp. 500/MB Banyak yang terkecoh dengan penggunaan Quota Base, kalo pake quota base sebaiknya selalu check jumlah pemakaiannya di http://www.telkomspeedy.com/ ada bill dan quota pemakaian gunakan username dan password telkom speedy anda atau hubungi 147 untuk username dan password jika anda tidak tahu. Tips memilih layanan telkom speedy, kalo sering browsing (Facebook, Friendster dll..), downloading, Chatting (IRC, YM, GTalk, MSN, Skype dll...) sangat disarankan menggunakan Time Base. Time base gampang di ukur jumlah pemakaian. kalo cuma check email, apalagi yg pake email client via POP/SMTP (Outlook, Thunderbird, dll..) sangat disarankan menggunakan Quota Base. Supaya lebih hemat, kalo mo baca email tinggal download dulu (disconnect) baru baca . Kalo mo kirim email ketik dulu, (connect) baru send. Ok, sedikit info perihutungan Quota Base. Kalo Time Base gampang mo di hitung. Saya punya situs di facebook. Dan pengin upload foto. Lets start... 1. Jalankan browser, ketik www.facebook.com...connecting.. waiting... page loading... halaman login di buka. Pada proses pertama ini quota yang sudah di pakai kurang lebih Upload 1KB + Download 100KB = 101KB 2. Setelah loading akan langsung masuk ke halaman depan profile anda. Dalam halaman itu ada berapa gambar/photo ? dari analisa saya satu foto kurang lebih 30KB - 50KB ok kita ambil yang paling besar nilainya 50KB dan jumlah foto di dalam ada 100. Berarti 50KB dikali 100 = 5000KB = 5MB. 3. Buka halaman photo pribadi atau teman. Satu foto ukuran normal view di face book mencapai 100KB itu pun sudah di kompres (dikecilkan ukurannya oleh facebook). Kalo 100 foto yang di liat (view) berarti 100KB x 100 = 10,000KB = 10MB 4. Upload foto.. hmmm ini yang paling krusial. Upload foto sebaiknya di edit di photo editor dulu (misalnya photoshop) walaupun facebook sendiri bisa melakukan kompresi. Saya anggap foto tidak di edit (dikecilkan di photo editor). Umumnya foto yang tidak di edit (langsung di copy dari kamera digital) biasanya ukurannya dari 700KB - 7MB. Sedikit informasi mengenai kamera digital. Anda punya kamera digital dengan kemampuan 3MB pixel, itu maksudnya 1 foto bisa menghasilkan resolusi sampai 3MB dan umumnya 1 file mencapai 3MB. Nah.. sekarang upload foto sebanyak 10. Berarti upload = 3MB dikali 10 = 30MB di tambah download hasil view dari upload foto (misalnya 1 foto dikompres oleh facebook 100KB) berarti download = 100KB dikali 10 = 1000KB = 1MB. Upload + Download = 30MB + 1MB = 31MB Dari empat proses diatas total quota yang anda gunakan 101KB + 5MB + 10MB + 31MB = 46,101 MB Ini baru perhitungan untuk facebook. Gimana kalo membuka friendster? atau browsing yang lain? apalagi downloading ? Nah kalo diasumsikan anda menggunakan 100MB / hari (ini sudah hemat sekali) berarti 30 hari = 100MB kali 30 = 3000MB = 3GB quota perbulan speedy cuma 1GB = Rp. 200,000 berarti ada kelebihan 2GB = 2000MB dikali Rp. 500/MB = Rp. 1,000,000 tagihan speedy anda = Rp. 1,200,000 (belum termasuk ppn) ok skarang kalo kompare dengan timebase ... dari 100MB / hari bisa berapa lama anda menggunakan internet ? 3 jam ? ok anggap 3 jam / hari 3jam x 60 = 180 mnt dikali Rp. 165/menit = 29,700/hari dikali 30 hari = Rp. 891,000 (belum termasuk ppn) Nah.. kalo pemakaian internet anda lebih dari 2 jam perhari atau quota anda lebih dari 50MB/hari mo pake speedy atau layanan internet yang lain... jangan gunakan time base atau quota base gunakan unlimited Dari contoh perhitungan diatas silahkan liat paket mana yang anda cocok, yang paling penting sebetulnya adalah kontrol penggunaan anda. Kalo ndak bisa kontrol mending gunakan paket unlimited untuk speedy tarfinya Rp. 750,000/bln (belum termasuk ppn)

Selasa, Maret 24, 2009

Telkom Speedy Suck!!!

Sudah dua minggu terhitung sampai hari ini koneksi internet saya di rumah sangat menyebalkan, saya menggunakan telkom speedy office unlimited. Kadang konek, lebih banyak putus-nya. Sucks!!! Lihat saja dari MRTG berikut: SUCKS!!!!!!!!!!! lebih banyak down-nya. Komputerku di rumah tidak pernah mati karena merupakan backup server dari beberapa project yang saya kerjakan. Ugh.... Note: Green = Download Blue = Upload TOPIK SERUPA (similiar link) http://www.plurk.com/p/kxfdy

Selasa, Februari 03, 2009

Perkembangan Browser belum secepat Perkembangan Web 2.0

Gambar diatas .. Mem Usage setelah Browser di jalankan kurang lebih 15 mnt :( Hari ini saya kesal sekali... 3 browser yang saya gunakan semuanya crash... sampai-sampai saya juga harus merestart laptop yang terinstal Windows XP. Perekembangan Web 2.0 dalam satu tahun terakhir sangat pesat, sedangkan pengembangan browser tidak dapat mengimbanginya. Coba saja anda mengakses situs-situs berikut dengan menggunakan browser yang sama dan diakses bersama-sama (new tab/new window)
Catatan: tentu saja untuk mengakses situs tersebut anda harus memiliki account terdaftar
Kemudian biarkan browser tetap hidup, jangan close atau pindah alamat situs yang lain... biarkan kurang lebih 4 - 6 jam bahkan lebih lama akan lebih terasa. Inilah yang saya alami
  1. Virtual Memory Low
  2. Browser Crash
  3. OS Must Restart ugh....
Setelah di periksa (windows task manager) jika menggunakan Browser :
  1. Internet Explore 6 & 7 dalam 6 jam Mem Usage mencapai 300MB
  2. Firefox 2 & 3 dalam 6 jam Mem Usage mencapai 200MB
  3. Google Chrome daam 6 jam Mem Usage mencapai 100MB
namun dalam 3 - 4 jam sudah pada crash karena saya juga membuka aplikasi yang lain, semakin banyak aplikasi yang digunakan semakin cepat crash terjadi ugh.... Salah satu penyebab utama terjadinya dari perkiraan saya, karena adanya penggunaan fungsi Javascript setTimeout() setInterval() ugh... rata-rata browser tidak merefresh MemUsage walaupun fungsi itu sudah di flush atau tidak digunakan lagi :( akibatnya MemUsage selalu terjadi increment

Senin, Oktober 27, 2008

Kekuatan blog memang dahsyat

Saya setuju sekali dengan Quote dari judul halaman ini. "Kekuatan blog memang dahsyat", quote ini saya ambil dari mas Romi Satrio Wahono yang mengkomplain layanan indosat IM2. Hampir sama dengan mas Romi saya juga kesal dengan layanan indosat belakangan ini. Lihat saja halaman-halaman berikut: Dengan komplain lewat blog, tanggal 27 oktober 2008 (tadi pagi) signal GSM dan GPRS indosat dimalalayang Manado membaik, saya tidak tahu pasti apakah memang ada perbaikan didaerah itu karena tidak ada pemberitahuan. Herannya signal yang melemah berlangsung lebih dari 1 (satu) minggu.
Terus apa hubungannya dengan blog dan layanan indosat mulai membaik ? kebetulan sejak tanggal 20 oktober 2008, karena rasa ingin tahu saya siapa saja yang mengunjungi blog ini dan ingin mengamati trafiknya saya pun menambahkan fitur Google Analystic diblog ini. Ketika tadi pagi saya membuka trafik network google analystic, saya sedikit terkejut dengan point nomor 10, koq ada network indosat ?
Saya pun coba kait-kaitkan dengan masalah yang saya alami, dan mulai bertanya-tanya apakah pihak indosat juga ikut membaca blog ini kemudian memperbaiki layanannya didaerah saya? Bahkan saya baru ingat hari sabtu 25 oktober 2008 saya di telepon dari Gallery indosat manado bahwa account GPRS saya sudah diaktifkan? wah wah... jadi bingung bukannya memang dari dulu sudah aktif. Saya tidak yakin 100% kalau logging google analystic tersebut bisa membuktikan bahwa itu adalah pihak indosat, mungkin saja itu adalah salah satu customernya atau bisa siapa saja yang menggunakan layanan IP indosat. Tapi itu cukup memberikan asumsi saya, bahwa blog bisa memberikan kekuatan yang besar untuk komplain-komplain seperti saya dan mas Romi lakukan mengingat lembaga perlindungan konsumen di Indonesia masih terlihat lemah dalam melindungi konsumen di Indonesia. Paling tidak dengan menulis komplain di blog, sampai puncaknya dua hari terakhir saya mengganti kartu GSM saya dengan kartu AS telkomsel, layanan indosat bisa membaik. Tadi pagi saya pun kembali menggunakan kartu GSM Matrix Indosat saya (no. Seri Kartu Matrix saya 8962010000-0192017064 mudah2an ada pihak indosat yang benar2 membaca blog ini) dan signalnya di semua ruangan rumah saya OK. Sekalian saya pun mencoba koneksi GPRSnya, hasilnya OK juga.
Sampai siang ini pun saya amati masih OK, karena istri saya menggunakan layanan Indosat IM3 bisa online menggunakan GPRS dari rumah
Walaupun sudah kesal sebelumnya, tapi hari ini rasanya pantas juga saya menyampaikan terima kasih buat indosat. Mudah-mudahan layananya terus membaik, saya pengguna layanan Indosat Matrix sejak tahun 2000. Cukup lama bukan. Kesimpulannya, mungkin sangat baik komplain-komplain di tulis di blog, dan pihak-pihak terkait juga rajin membaca blog atau juga sering menggunakan search engine dengan key 'Komplain', 'Kritik', 'Saran' untuk produk dan layanannya.

Sabtu, Oktober 25, 2008

Migrasi dari Indosat ke Telkomsel, akibat parahnya signal indosat di wilayah malalayang manado

Parah-parah memang... sangat parah... sudah 1 minggu lebih signal indosat di daerah malalayang sangat parah... Saya menggunakan layanan Indosat Matrix dan setiap pulang kantor saat tiba di rumah yang saya dapatkan di monitor handphone saya adalah "Emergency Call Only". Signal muncul jika saya berada di luar rumah tepatnya di jalan. Kan lucu nelpon atau browsing internet di jalan, itupun signalnya maksa banget. Dengan sedikit frustasi saya mengganti kartu gsm saya dengan kartu AS telkomsel. Signalnya cukup OK disemua sudut ruangan rumah saya. GSM dan GPRSnya jalan dengan baik, bahkan menurut saya akses GPRSnya sedikit lebih cepat dari milik indosat (setelah saya membandingan di kantor tadi pagi. Di kantor saya, signal indosat dan telkomsel sama bagus). Ya sangat terasa perbedaannya saat melakukan uploading/attach file indosat sedikit lebih lambat, apalagi jika menggunakan layanan proxynya "PARAH!!!" proxynya sering down. Setiap kali saya menanyakan di Customer Services Indosat Manado jawabannya mungkin settingan GPRS di HP bapak belum benar... dalam benak saya, sayapun tertawa geli.. kalo "mereka" sempat membaca blog ini coba deh baca link berikut http://stieven.glowciptamedia.com/2008/10/malam-ini-gprs-koneksinya-bagus.html aneh dan membingungkan. Ya saya sendiri aja bingung. Kesimpulannya, saat ini saya memutuskan untuk menggunakan kartu AS dulu.

Jumat, Oktober 24, 2008

7 hari blakangan layanan gsm dan gprs di manado buruk

Nda tau kenapa 7 hari belakangan signal indosat di manado sangat parah.

Hampir semua layanan indosat tidak bisa digunakan... Ah... Kapan bisa normal lagi ya?

------ Stieven K. from mobile

Selasa, Oktober 21, 2008

Minggu, Oktober 19, 2008

Malam ini gprs koneksinya bagus

Kemarin malam susah konek ke indosat gprs. Padahal settingannya sudah sesuai, bahkan tadi siang saya langsung ke gallery indosat.

Operatornya ikut pusing, koq tidak bisa konek? Katanya hp saya tdk suport. Weh? Saya menggunakan SE k510i masa nda support? Padahal pake telkomsel AS gprsnya lancar

Akhirnya tadi pas pulang dari kantor, sayapun coba utak atik seting gprsnya & Gotcha! Ternyata ini disebabkan seting use proxy=yes. Padahal proxy server indosat (mungkin) dalam keadaan mati. Setelah saya non aktifkan inilah hasilnya, bisa post blogger & plurk.
Anehnya setingan tersebut di set dari OTA indosat

Sabtu, Oktober 18, 2008

Ah gprs indosat lag, bae le ada email push

Sebtlnya ini beking kotor blog. Untung ada b0t jadi dia send k plurk hihihihi... All in One
  1. Send email to post@blogger.com menggunakan Indosat Push Email
  2. Blogger Post
  3. Plurkers PHP Parsing RSS
  4. Plurkers Login and PLURK!
Lihat juga :
  1. http://stieven.glowciptamedia.com/2008/08/handle-incoming-mail-with-php-script.html

PHP Google Drive

https://g.co/gemini/share/4ec33b801d4a   Tentu, saya akan membantu Anda membuat kode PHP menggunakan Composer untuk melakukan sinkronisasi (...