Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 25, 2012

Solidaritas Masyarakat Nelayan

Hari ini (28 Maret 2012) sekitar pukul 16:30 bersama istri saya dengan kendaraan roda dua kami menuju bagian utara pantai kota Manado dengan maksud mengabadikan momen matahari tenggelam. Perjalanan yang ditempuh sekitar 10 menit dari pusat kota, melewati jembatan megawati dan jalan Hassanudin kami menuju lokasi tepi pantai yang kini sudah dibangun jalan bebas hambatan "Boulevard 2".

Setiba dilokasi saya langsung menyiapkan perlengkapan kamera untuk memulai memotret, perlahan saya berjalan sampai di ujung akhir jalan Boulevard 2 dibangun. Dan sayapun mengabadikan beberapa frame momen matahari yang mulai turun diufuk barat.
Klik untuk perbesar
Sambil menunggu tenggelamnya matahari saya mencoba ke tepi batas jalan hasil reklamasi pantai, tidak ada batas penghalang sehingga pandangan bisa lapang dan luas jauh, terlihat perkampungan nelayan diseberangnya. Beberapa anak-anak disekitar situ bahkan bermain-main dengan naik-turun pada bebatuan hasil reklamasi itu. Tiba-tiba pandangan saya terhenti pada kegiatan para nelayan yang ada diseberang. Sungguh menarik, beberapa orang nelayan terlihat sedang mendorong perahunya untuk dibawah ke tepi.
Klik untuk perbesar

Klik untuk perbesar

Karena penasaran, berhubung juga saat ini saya menggunakan lensa wide tergerak naluri untuk mendekat. Saya pun berlari menuruni bebatuan untuk mengabadikan momen ini. Dan terlihat juga beberapa nelayan ikut mendekati perahu untuk menambah tenaga mendorongnya.
Klik untuk perbesar

Melihat para nelayan begitu bersemangat mendorong perahu, saya semakin mendekat untuk mengambil gambar berusaha mencari angle yang pas. Dan betapa terkejutnya saya hingga membuat hati saya tersentuh bahkan sampai membuat mata saya berkaca-kaca hampir menangis, salah satu nelayan yang membantu mendorong perahu hanya memiliki satu tangan sebelah kiri.
Klik untuk perbesar

Klik untuk perbesar

Beberapa meter kemudian mereka sedikit beristirahat, saya sedikit bertanya kepada bapak yang tinggal memiliki sebelah tangan kiri. "Pak, kenapa perahunya didorang kedarat? apa mau diperbaiki?" Bapak itu menjawab. "Oh tidak, sebentar lagi akan datang badai, semua perahu diangkat ke darat". "Oh begitu" sahut saya...
Klik untuk perbesar

Beberapa nelayan berteriak memanggil teman-teman mereka yang ada didarat, semakin ke tepi air semakin dangkal membuat perahu semakin susah untuk didorong, perlu beberapa tenaga lagi agar perahu bisa diangkat sampat ke darat. Kembali saya bertanya kepada bapak tadi. "Maaf sebelumnya Pak, apa tidak kesulitan hanya dengan satu tangan mendorong perahu ini", bapak hanya tersenyum dan dengan santai menjawab "Masih mending dengan satu tangan, dari pada punya dua tangan tapi tidak membantu". Betapa ungkapan itu membuat saya terdiam sejenak, sesaat saya sadari perahu sudah sampai didarat. Mereka para nelayan itupun melanjutkan kegiatan mereka masing-masing
Klik untuk perbesar

Klik untuk perbesar

Klik untuk perbesar

Solidaritas masyakarat nelayan ini membuat saya kagum, diera kehidupan moderen saat ini hal seperti ini sangat jarang bahkan tidak dapat ditemukan lagi di masyakarat perkotaan. Kehidupan urban yang diwarnai dengan kesibukan menjadikan individualisme masyarkat begitu besar.

Dari sedikit obrolan dengan masyarakat nelayan dilokasi, sebagian besar dari mereka mengungkapkan dalam kondisi "trauma" dengan proyek reklamasi. Mereka sangat takut kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka. "Dulu mencari ikan hanya beberapa ratus meter dari pantai, sekarang bukan cuma kami yang trauma, ikan juga trauma hingga mencari ikan harus berkilo-kilo meter dari sini" ungkap seorang nelayan.


Sabtu, Januari 07, 2012

Sunset journey never end

Musim hujan yang masih berlanjut di tahun awal 2012 disertai juga kesibukan sisa pekerjaan diakhir tahun 2011 yang belum terselesaikan membuat saya tidak bisa merekam sunset dipenghujung tahun 2011 dan awal tahun 2012.

Kemarin (6 Januari 2012), sejak pagi sampai menjelang sore langit tidak begitu bersahabat. Hujan terus mengguyur kota Manado. Pukul 17.00 setelah menyelesaikan pekerjaan, rencananya saya langsung pulang rumah pekerjaan hari itu sangat melelahkan. Namun saat melewati tepi pantai teluk Manado ada momen yang menarik perhatian saya, langit saat itu memang dalam keadaan mendung dan sedikit gerimis tapi saya tergoda dengan beberapa tekstur awan dibagian barat berbaris searah pulau Manado Tua, dengan matahari bersembunyi dibaliknya memberikan sensasi cahaya yang mengagumkan.

Selasa, Desember 20, 2011

Sunset journey at the end of year - Part 02

Sebelumnya: Sunset journey at the end of year - part 01

Kali ini "Sunset Journey" dilanjut dengan seri yang spesial, moment sunset di abadikan 3 hari berturut-turut dengan lokasi berbeda. Dimulai pada tanggal 17 Desember 2011, hari itu saya harus mendokumentasi acara wisuda salah satu mahasiswa Universitas Klabat Fakultas Ekonomi Akuntansi, pukul 15:00 acara baru dimulai, saya tahu tidak akan sempat mengabadikan sunset di teluk manado, akhirnya saya mengabadikan sunset di lokasi yang jaraknya kurang lebih 30km dari teluk manado, di Airmadidi tepat di Universitas Klabat.

Jumat, Desember 16, 2011

Sebuah Mumi 3 Dimensi Tergeletak di Jalan Raya


Seorang seniman jalanan asal Argentina, Eduardo Relero, menghabiskan waktunya selama dua pekan menggambar jalan-jalan di sejumlah kota dan negara serta terlihat seperti tiga dimensi.

Dilansir The Sun, Rabu (14/12/2011), sebuah lukisan tiga dimensi mumi dalam peti di jalan dan memukau sejumlah pejalan kaki. Bukan hanya lukisan itu, pria berusia 48 tahun ini juga melukis obyek lainnya seperti singa terbang, air terjun raksasa, serta sejumlah karakter menakutkan lainnya.

Selasa, Desember 13, 2011

Twilight Romance at Manado Bay

"Twilight Romance at Manado Bay", kalimat yang saya pilih untuk momen yang saya abadikan dalam foto pada hari Senin 12 Desember 2011. Berawal dari pukul 16.00 WITA ketika itu istri ku menelepon untuk menjemputnya di tempat dia kerja, selang beberapa menit kemudian salah satu client yang menggunakan aplikasi yang saya kembangkan menelpon ada sedikit masalah yang perlu saya perbaiki. Segera saya bersiap untuk berangkat menuju lokasi client saya. Tunggangan setia saya, sepeda motor matic generasi pertama Yamaha di Indonesia NOUVO saya hidupkan dengan sesaat menatap ke atas langit, tiba-tiba insting saya "berkata" mending siapkan gear kamera. Saya pun kembali ke dalam rumah dengan menyiapkan beberapa gear kebutuhan landscape fotografi. 16.10 saya pun berangkat dan 15 menit kemudian sudah tiba di lokasi client saya, SeaPearl Manado Ruko MegaSmart kompleks Megamas Manado.

Senin, Desember 12, 2011

Amazing sunset Manado 12 Des 2011

Hari ini, 12 Desember 2011 saya diuguhkan keindahan sunset yang sangat indah. Dari lokasi kompleks ruko MegaSmart saya pun mengabadikan keindahan ciptaan TUHAN 

Jumat, November 18, 2011

Manado Tua terlihat dari Boulevard pada saat matahari terbenam

Selain keindahan taman laut Bunaken yang sudah terkenal, Manado juga memiliki pemandangan indah saat matahari terbenam. Posisi pusat kota yang menghadap sebelah barat pulau sulawesi bagian utara ditambah lagi pemandangan pulau Manado Tua melengkapi keindahan sunset kota Manado.

Senin, November 14, 2011

[Paradise Utara Indonesia] Tahuna Sulawesi Utara

Paradise Utara Indonesia Slideshow: Stieven’s trip to Manado, Sulawesi, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Manado slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.
Pelabuhan Lama Tahuna

Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi UtaraIndonesia. Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun Compose2000Ibu kota kabupaten ini adalah Tahuna. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.012,94 km² dan berpenduduk sebanyak 129.609 jiwa (2008).
Dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2007, sebagian wilayah Kabupaten Sangihe dimekarkan menjadi kabupaten baru, yaituKabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau disingkat Kabupaten Sitaro yang diresmikan pada tanggal 23 Mei 2007.
Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di antara Pulau Sulawesi dengan Pulau Mindanao, (Filipina) serta berada di bibir Samudera Pasifik. Wilayah kabupaten ini meliputi 3 klaster, yaitu Klaster Tatoareng, Klaster Sangihe dan Klaster Perbatasan. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kepulauan_Sangihe
Sunrise di Pelabuhan "Baru" Tahuna.
Suasana Pelabuhan Tahuna saat Kapal dari Manado tiba.
Suasana Pelabuhan Tahuna pukul 05.30
Kota Tahuna yang asri
Sebuah monumen di Pelabuhan Lama Tahuna
Tepi pantai di Petta
Gunung Berapi Awu, dan bekas jalur lahar yang kini menjadi daerah tambang kerikil dan pasir bagi masyarakat  Tahuna

PHP Google Drive

https://g.co/gemini/share/4ec33b801d4a   Tentu, saya akan membantu Anda membuat kode PHP menggunakan Composer untuk melakukan sinkronisasi (...